Hari Keenam Operasi SAR Cisarua, Fokus Tiga Sektor Prioritas

Hari Keenam Operasi SAR Cisarua, Fokus Tiga Sektor Prioritas

Bagikan:

BANDUNG – Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus berlanjut dengan strategi pencarian yang semakin terfokus dan terukur. Pada hari keenam operasi, Kamis (29/01/2026), tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan mengonsentrasikan upaya evakuasi di sejumlah sektor prioritas, yakni sektor A1, A2, dan B2, sebagai bagian dari upaya sistematis untuk menemukan korban yang masih tertimbun material longsoran.

Pendekatan pencarian tidak hanya menitikberatkan pada kecepatan, tetapi juga pada faktor keselamatan personel di lapangan. Kondisi cuaca yang tidak stabil, kabut tebal, hujan, serta potensi longsor susulan menjadi variabel utama yang terus diperhitungkan dalam setiap pengambilan keputusan operasional.

Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo N, menegaskan bahwa keberlanjutan operasi pencarian dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

“Kita melanjutkan pencarian hari keenam seperti hari sebelumnya. Tantangan utama masih kondisi cuaca, sempat cerah sebentar, lalu kembali gelap dan hujan,” katanya.

Dalam pelaksanaan pencarian, tim SAR tidak hanya mengandalkan metode manual, tetapi juga memanfaatkan dukungan teknologi dan keahlian khusus. Anjing pelacak K-9 dikerahkan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di area-area yang memiliki tingkat risiko tinggi dan sulit dijangkau secara langsung oleh personel.

Yudhi menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem pada hari sebelumnya menjadi kendala serius yang membuat proses pencarian belum berjalan maksimal. Namun, harapan tetap terbuka agar kondisi lapangan yang lebih kondusif dapat meningkatkan efektivitas operasi evakuasi.

Untuk mempercepat proses penggalian dan pembersihan material longsor, SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 17 unit alat berat. Selain itu, upaya penambahan alat berat berkapasitas besar terus dilakukan agar pencarian dapat berlangsung lebih cepat dan lebih luas, terutama di titik-titik yang memiliki potensi besar keberadaan korban.

Di sisi lain, proses identifikasi korban juga terus berjalan secara paralel. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa hingga Rabu (28/01/2026) pukul 22.00 WIB, sebanyak 53 kantung jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, dengan 41 di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Data ini menjadi bagian penting dalam memastikan kejelasan identitas korban bagi keluarga serta kelengkapan administrasi penanganan bencana.

Di lapangan, koordinasi antarunit menjadi kunci kelangsungan operasi. Ketua Regu Basarnas Sektor Officer A1, Agung, menyatakan bahwa pencarian tetap dilakukan meskipun kondisi cuaca gerimis, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan personel.

“Pagi ini kami melakukan pencarian area dengan melibatkan personel Basarnas dan anjing pelacak K-9. Untuk sektor A1 sudah kami lakukan penyisiran, namun belum membuahkan hasil. Hari keenam ini kami akan fokus bergeser ke sektor B1, tepatnya di area Lidah Mahkota bagian bawah,” ujarnya.

Agung menambahkan bahwa pemetaan wilayah pencarian telah dilakukan secara menyeluruh. Setiap sektor dinilai memiliki potensi keberadaan korban, sehingga operasi tidak hanya terpusat pada satu titik tertentu.

“Artinya, bukan hanya di A1 saja, tetapi di setiap sektor dimungkinkan masih terdapat korban,” katanya.

Secara keseluruhan, operasi SAR di Cisarua tidak hanya mencerminkan upaya penyelamatan, tetapi juga menggambarkan kompleksitas penanganan bencana alam di wilayah dengan kondisi geografis dan cuaca ekstrem. Dengan kombinasi kerja manual, teknologi, alat berat, dan dukungan K-9, tim SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan seluruh korban, sekaligus menjaga keselamatan personel yang bertugas di lapangan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews