JAYAPURA — Upaya pencarian dan pertolongan korban kecelakaan laut akibat terbaliknya speedboat di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, kembali mencatat perkembangan pada hari ketujuh operasi. Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (31/12/2025) pagi, setelah melakukan penyisiran intensif di perairan sekitar Pulau Kurudu.
Korban ditemukan dalam keadaan terapung di wilayah perairan barat Pulau Kurudu, dengan jarak sekitar 3,8 nautical mile dari titik awal pencarian. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi menuju Kampung Waindu untuk penanganan awal sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Tadi pagi, sekitar pukul 07.25 WIT, tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia di Barat Pulau Kurudu dan langsung dievakuasi ke Kampung Waindu,” kata Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, saat dikonfirmasi pada Rabu (31/12/2025) siang.
Menurut Kundori, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan armada laut milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Setelah tiba di Kampung Waindu, jenazah korban kemudian dipindahkan ke kapal KN SAR WIBISANA 243 untuk dibawa ke Serui.
“Tadi sekitar pukul 11.10 WIT, korban langsung dibawa ke Serui menggunakan KN SAR WIBISANA 243 untuk di serahkan ke rumah sakit untuk dilakukan proses identifikasi,” ujarnya lagi.
Dengan ditemukannya satu korban tambahan tersebut, total korban yang telah berhasil ditemukan selama tujuh hari operasi pencarian kini berjumlah lima orang. Dari jumlah tersebut, tiga korban berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, sementara dua korban lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Dari tujuh hari operasi, sudah ada lima orang ditemukan. Tiga orang selamat dan dua orang meninggal dunia,” kata Kundori.
Namun demikian, proses pencarian belum dihentikan. Tim SAR gabungan masih terus melanjutkan operasi untuk menemukan 16 korban lainnya yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat yang memahami kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian.
“Tim SAR gabungan masih ada di lapangan untuk melakukan pencarian terhadap 16 korban lainnya. Kita terus berupaya menemukan seluruh korban,” ujar Kundori.
Dalam pelaksanaannya, pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara. Tim menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus. Selain itu, metode pencarian bawah air juga diterapkan untuk menjangkau area yang sulit terpantau dari permukaan.
“Selain penyisiran, tim SAR juga melakukan penyelaman untuk mencari korban. Prinsipnya kita kerahkan kemampuan untuk menemukan para korban,” tandasnya.
Kecelakaan speedboat yang membawa 21 penumpang ini sebelumnya dilaporkan terbalik akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Insiden tersebut memicu operasi SAR skala besar yang telah berlangsung selama sepekan penuh. Hingga kini, tim gabungan masih mengoptimalkan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mendukung upaya pencarian yang terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama tim SAR berkomitmen untuk melanjutkan operasi hingga seluruh korban ditemukan. []
Diyan Febriana Citra.

