BATULICIN – Setelah delapan hari pencarian intensif, seorang lanjut usia (lansia) bernama Kopsah (71) yang dilaporkan hilang di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan (Kalsel), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit, tidak jauh dari kediamannya.
Korban merupakan warga Desa Tri Martani, Kecamatan Sungai Loban. Ia sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (21/03/2026) saat ditinggal sendirian di rumah oleh keluarganya yang pergi melaksanakan salat Id. Pencarian dilakukan oleh tim gabungan selama delapan hari hingga akhirnya korban ditemukan pada Jumat (27/03/2026) siang.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Loban, Kity Tokan, membenarkan penemuan tersebut dan menyampaikan dugaan awal penyebab kematian korban. “Korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dugaan sementara karena kelelahan dan dehidrasi,” ujar Kity kepada wartawan, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (27/03/2026).
Menurut keterangan keluarga, korban diketahui mengalami penurunan daya ingat atau pikun dan kerap berupaya keluar rumah seorang diri. Kondisi tersebut diduga menjadi faktor yang menyebabkan korban berjalan tanpa arah hingga masuk ke area perkebunan yang luas di belakang rumahnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa korban pertama kali diketahui hilang setelah keluarga kembali ke rumah usai salat Id. “Namun, sekembalinya mereka ke rumah, korban sudah tidak ditemukan di dalam rumah,” ujarnya.
Tim Basarnas Banjarmasin bersama unsur gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi, terutama di area perkebunan sawit yang berada di dekat permukiman korban. Berdasarkan dugaan keluarga, korban berjalan keluar rumah dan memasuki area tersebut tanpa disadari.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. “Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil visum,” jelas Kity.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap lansia dengan kondisi penurunan daya ingat, terutama di lingkungan dengan akses terbuka seperti area perkebunan, guna mencegah kejadian serupa terulang. []
Redaksi05

