TANGERANG SELATAN – Perubahan kondisi kebersihan Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, terlihat mencolok saat Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie melakukan kunjungan lapangan, Rabu (04/02/2026). Ruas jalan yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah kini tampak jauh lebih bersih, dengan hanya sisa-sisa sampah ringan yang terlihat di sejumlah titik.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan bersih-bersih lingkungan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, hingga petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel. Aktivitas ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari peninjauan langsung kondisi kebersihan dan infrastruktur lingkungan di kawasan perkotaan yang padat aktivitas.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Hanif Faisol Nurofiq dan Benyamin Davnie turut terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan. Keduanya terlihat memunguti sampah ringan seperti plastik kemasan, botol minuman, serta dedaunan kering yang tercecer di trotoar dan bahu jalan. Tidak tampak lagi tumpukan besar sampah rumah tangga seperti yang sebelumnya menggunung di sepanjang ruas Jalan Raya Serpong maupun di median jalan.
Kondisi ini menjadi kontras jika dibandingkan dengan situasi beberapa hari sebelumnya. Pada periode tersebut, sampah rumah tangga bercampur plastik, kardus, hingga sisa makanan terlihat menumpuk dan menyebar di berbagai titik, menimbulkan bau tak sedap, mengganggu kenyamanan pengguna jalan, serta merusak estetika kawasan. Ruas jalan yang seharusnya menjadi jalur utama aktivitas masyarakat berubah menjadi area semrawut akibat keterlambatan pengangkutan sampah.
Kini, wajah Jalan Raya Serpong terlihat lebih tertata. Bahu jalan dan median yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah tampak bersih, meskipun masih ditemukan sampah-sampah kecil yang berserakan di beberapa sudut. Perubahan ini menunjukkan adanya upaya pembersihan intensif menjelang kunjungan pejabat, sekaligus menegaskan bahwa persoalan sampah di kawasan perkotaan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Selain kegiatan memunguti sampah, rombongan juga melakukan peninjauan terhadap kondisi drainase di beberapa titik yang dinilai rawan tersumbat. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah genangan air dan banjir yang kerap terjadi akibat saluran air yang tersumbat sampah dan sedimen.
Kegiatan tersebut turut menarik perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga dan pengguna jalan terlihat berhenti sejenak untuk menyaksikan aktivitas bersih-bersih lingkungan tersebut. Beberapa di antaranya mendokumentasikan kegiatan itu menggunakan ponsel, sementara arus lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Serpong tetap terpantau lancar tanpa gangguan berarti.
Secara tidak langsung, kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kesinambungan dalam pengelolaan sampah perkotaan. Kebersihan yang tampak saat kunjungan pejabat menunjukkan bahwa perubahan kondisi lingkungan bisa dicapai jika ada koordinasi dan kerja bersama antarinstansi. Namun, tantangan sesungguhnya adalah memastikan kondisi tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan, bukan hanya muncul sesaat dalam momen tertentu.
Persoalan sampah di Tangerang Selatan, seperti di banyak kota besar lainnya, bukan semata persoalan teknis pengangkutan, tetapi juga menyangkut kesadaran masyarakat, sistem pengelolaan, serta konsistensi kebijakan. Tanpa perbaikan sistemik dan partisipasi publik yang kuat, tumpukan sampah berpotensi kembali muncul dan menjadi masalah berulang di ruang-ruang publik strategis. []
Diyan Febriana Citra.

