Jelang Deklarasi Swasembada Beras, Prabowo Cicip Buah dan Susu di Karawang

Jelang Deklarasi Swasembada Beras, Prabowo Cicip Buah dan Susu di Karawang

Bagikan:

KARAWANG — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (07/01/2025), menjadi simbol penguatan arah kebijakan ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan pemerintah untuk mendeklarasikan capaian swasembada beras, yang diklaim sebagai hasil kerja terintegrasi antara pemerintah pusat, daerah, dan para petani.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo tidak langsung menuju area persawahan. Ia terlebih dahulu berkeliling mengunjungi sejumlah stan pangan yang disiapkan oleh kementerian, lembaga, dan badan usaha milik negara. Dari pantauan di lapangan, Prabowo tampak berinteraksi dengan para penjaga stan, mencermati produk-produk pangan, serta mencicipi hasil olahan pertanian yang dipamerkan.

Saat berada di salah satu stan, Prabowo terlihat mencicipi buah segar yang disajikan. Ia juga mencoba produk susu kemasan yang dituangkan langsung oleh petugas stan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Presiden untuk melihat langsung kualitas produk pangan nasional yang dihasilkan dari rantai produksi dalam negeri.

Perhatian Prabowo juga tertuju pada stan Perum Bulog. Di lokasi tersebut, ia mendengarkan penjelasan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengenai beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dalam kesempatan itu, Ahmad Rizal memaparkan peran Bulog dalam menjaga ketersediaan beras, stabilitas harga di tingkat konsumen, serta strategi pengelolaan cadangan pangan pemerintah.

Usai meninjau stan pangan, Presiden bersama rombongan bergerak menuju area persawahan. Di lokasi tersebut, Prabowo menyaksikan langsung aktivitas para petani, mulai dari proses penanaman hingga panen padi. Kehadiran Presiden di tengah sawah disambut antusias oleh petani yang tengah bekerja, sekaligus menjadi ajang dialog singkat mengenai kondisi pertanian di lapangan.

Dalam peninjauan itu, Prabowo juga memperhatikan pemanfaatan teknologi pertanian modern yang kini mulai diterapkan di sejumlah sentra produksi padi. Ia menyaksikan demonstrasi penggunaan drone pertanian untuk pemupukan dan pemantauan lahan, alat dan mesin pertanian (alsintan) otomatis, pompa air berbasis sistem otomatis, serta penerapan benih unggul dan pupuk yang dirancang meningkatkan hasil panen.

Penerapan teknologi tersebut dinilai sebagai salah satu kunci peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian nasional. Dengan dukungan mekanisasi dan inovasi, proses produksi pangan diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada metode konvensional yang membutuhkan tenaga besar dan waktu panjang.

Kegiatan panen raya ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan hasil panen, tetapi juga sebagai penegasan arah kebijakan pemerintah dalam menjaga kemandirian pangan di tengah dinamika global. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan sosial nasional, terutama di tengah ketidakpastian akibat konflik internasional dan perubahan iklim.

Melalui kegiatan di Karawang ini, pemerintah berharap kepercayaan petani terhadap program pertanian nasional semakin meningkat. Sinergi antara kebijakan, teknologi, dan pelaku pertanian dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada beras serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews