Jokowi Terima Brudifa, Dorong Kerja Sama Ekonomi dan Budaya

Jokowi Terima Brudifa, Dorong Kerja Sama Ekonomi dan Budaya

Bagikan:

SOLO — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menerima kunjungan rombongan Persatuan Persahabatan Brunei Darussalam–Indonesia (Brunei Darussalam-Indonesia Friendship Association/Brudifa) di kediamannya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/02/2026). Pertemuan berlangsung tertutup, dengan agenda utama memperkenalkan organisasi Brudifa sekaligus menjajaki peluang penguatan hubungan bilateral.

Sekretaris Brudifa, Haji Muhammad Hafiy bin Abdullah Fung, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus memaparkan visi misi organisasi kepada Jokowi.

“Tujuan kami adalah memperkenalkan Persekutuan Persahabatan Brunei dan Indonesia. Objektif kami untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata,” ujar Haji Muhammad Hafiy usai pertemuan.

Rombongan Brudifa tidak hanya berhenti di Solo, tetapi juga menjadwalkan kunjungan ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sosial dan budaya, sekaligus meninjau potensi investasi dan kolaborasi pendidikan.

Haji Muhammad Hafiy menekankan bahwa pertemuan dengan Jokowi lebih bersifat strategis dan persahabatan, dengan fokus pada penguatan ekonomi kedua negara.

“Kami hanya persatuan persahabatan untuk sama-sama meningkatkan ekonomi dari kedua belah pihak, Indonesia dan Brunei,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa hubungan bilateral selama ini berjalan baik, terutama di sektor ekonomi dan investasi.

Selain membahas peluang ekonomi, rombongan Brudifa juga menyoroti peran aktif warga Indonesia yang berada di Brunei. “Di Brunei, banyak orang Indonesia bekerja sama, berinvestasi, membuka restoran, menjadi kontraktor, dan sebagainya. Yang paling ramai juga pembantu rumah tangga. Ada juga di bidang keagamaan, seperti ulama yang mengajar di universitas-universitas,” ungkap Haji Muhammad Hafiy. Kehadiran diaspora Indonesia di Brunei dianggap sebagai jembatan penting dalam memperkuat kerjasama budaya dan sosial antarnegara.

Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas jaringan persahabatan, memfasilitasi pertukaran budaya, dan meningkatkan kolaborasi dalam pendidikan serta pariwisata. Jokowi menekankan pentingnya hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua negara, termasuk mendorong investasi dan pengembangan ekonomi lokal.

Kunjungan Brudifa menunjukkan bahwa persahabatan antarnegara tidak hanya sekadar diplomasi formal, tetapi juga peran aktif organisasi masyarakat dan diaspora dalam memperkuat hubungan sosial-ekonomi. Hal ini diharapkan memberi dampak positif bagi peningkatan kerja sama ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan antara Indonesia dan Brunei Darussalam di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews