Kabut Tebal, Evakuasi Korban Longsor Cisarua Ditunda

Kabut Tebal, Evakuasi Korban Longsor Cisarua Ditunda

Bagikan:

CISARUA – Upaya pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali menghadapi hambatan serius akibat faktor alam. Memasuki hari kelima operasi pencarian, Rabu (28/01/2026), kabut tebal menyelimuti kawasan terdampak longsor sejak pagi hari, sehingga tim gabungan terpaksa menunda sementara proses evakuasi demi keselamatan personel di lapangan.

Kabut yang turun sejak dini hari membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi tim penyelamat, terutama yang bekerja di area dengan kontur tanah labil dan berpotensi longsor susulan. Oleh karena itu, Basarnas bersama unsur terkait memutuskan untuk menahan pergerakan personel dan alat berat hingga cuaca memungkinkan.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyampaikan bahwa seluruh tim sejatinya telah siap melanjutkan operasi sesuai rencana harian. Namun, situasi cuaca menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan di lapangan.

“Tadi kita pukul 07.00 WIB sudah melaksanakan apel pagi, briefing tentang pencana kegiatan hari ini akan kita laksanakan. Ya memang sementara untuk sektor tidak ada perubahan, seperti yang kita laksanakan kemarin dan pembagian juga kita bagi oleh tim sudah semua, cuma kita masih sampai dengan saat ini terkendala oleh cuaca mungkin ya,” kata Bramantyo.

Menurut Bramantyo, kabut yang semakin tebal menyebabkan jarak pandang hanya berkisar 150 meter, bahkan di beberapa titik kurang dari itu. Kondisi tersebut dinilai tidak ideal untuk mengoperasikan alat berat maupun menggerakkan personel pencari yang bekerja di sektor-sektor rawan.

“Kalian bisa lihat di lapangan ini alat berat sudah siap, personel juga sudah siap. Cuma ini jarak pandang mungkin tidak lebih dari sekitar 150 meter cuman, semakin turun kabutnya,” lanjutnya.

Dalam kondisi seperti ini, Basarnas memilih pendekatan kehati-hatian dengan menempatkan alat berat di lokasi yang dinilai aman. Beberapa ekskavator yang sebelumnya mulai dioperasikan pun hanya dapat menjangkau sisi tertentu dari area pencarian, sementara sektor lain masih menunggu perkembangan cuaca.

“Jadi sementara mungkin banyak personel maupun alat berat kita tahan dahulu di sektor aman untuk menunggu perubahan cuaca jika telah baik, mungkin akan lebih baik akan kita turunkan baru kita gerakan untuk personel untuk melaksanakan kegiatan,” jelas Bramantyo.

Meski tertunda, Basarnas menegaskan bahwa penghentian sementara ini tidak mengurangi komitmen tim dalam menuntaskan operasi pencarian. Koordinasi lintas instansi tetap berjalan, termasuk dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan yang sejak awal terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Di sisi lain, keluarga korban yang masih menunggu kabar terus berharap agar cuaca segera membaik sehingga proses evakuasi dapat kembali dilanjutkan. Hingga hari kelima operasi, puluhan korban telah ditemukan dan diidentifikasi, sementara sejumlah lainnya masih dalam pencarian.

Tim gabungan menyatakan akan terus memantau perkembangan cuaca secara berkala. Apabila kabut mulai menipis dan kondisi dinilai aman, operasi pencarian dan evakuasi akan segera dilanjutkan sesuai rencana yang telah disusun sebelumnya. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews