SAMARINDA – Kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi fokus perhatian berbagai pihak. Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026 di seluruh Indonesia, termasuk Kota Samarinda. Koordinasi lintas sektoral pun telah dimulai sebagai langkah awal memastikan kelancaran dan keamanan perayaan Lebaran.
Kapolres Kota Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral digelar secara terpusat melalui zoom meeting yang dipimpin langsung dari Mabes Polri dan diikuti seluruh daerah di Indonesia. “Kita laksanakan kegiatan rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka menyambut Hari Raya 2023,” ujar Hendri Umar saat ditemui di Polres Samarinda, Rabu (02/03/2026) siang.
Dalam rapat tersebut, setiap wilayah diminta menghadirkan seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan langsung dengan pengamanan dan pelayanan masyarakat selama masa libur Lebaran. “Jadi tadi kita laksanakan pertemuan secara zoom meeting terpusat dari Mabes Polri, kemudian disampaikan untuk seluruh wilayah itu untuk menghadirkan para stakeholder yang terkait,” jelas Hendri Umar.

Sejumlah kepala dinas strategis turut mengikuti rapat koordinasi, terutama yang berkaitan dengan aspek pengamanan dan pelayanan publik, termasuk Kadishub, Kadis PUPR, BMKG, Bapanas, TNI, Korem, Denpom, Wakil Wali Kota, hingga unsur Kodim.
Arahan langsung dari pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait kesiapan pengamanan Operasi Ketupat 2026 juga disampaikan. “Tadi sifatnya masih mendengarkan arahan dari pusat terkait rencana dan tindak lanjut menyambut Hari Raya 2026,” ungkap Hendri Umar.
Ia menambahkan bahwa rapat koordinasi lanjutan di tingkat Kota Samarinda akan digelar secara khusus pada pekan depan, kemungkinan bertempat di Polresta. “Nanti untuk rakor eksternal tingkat Kota Samarinda akan kita adakan tersendiri, kemungkinan di Polresta,” ujar Hendri Umar.
Dalam rakor lanjutan itu, akan dibahas langkah-langkah antisipasi, termasuk stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama Lebaran. “Kesiapan Satgas Pangan menjadi perhatian utama agar distribusi dan harga sembako tetap stabil,” tuturnya.
Pengamanan Operasi Ketupat tidak hanya difokuskan pada arus mudik dan balik, tetapi juga pada lingkungan permukiman yang ditinggal pemudik. “Pos pelayanan, pengamanan swakarsa, dan pengawasan rumah kosong akan menjadi fokus perhatian kita,” jelas Kapolres.
Hendri Umar menegaskan, meskipun Operasi Ketupat merupakan agenda tahunan, dinamika dan potensi kerawanan setiap tahun selalu berbeda. “Setiap tahun karakternya berbeda, sehingga kita tidak pernah menganggap pengamanan ini sebagai hal biasa,” pungkasnya.
Dengan koordinasi yang matang, Pemerintah Kota Samarinda bersama aparat keamanan berharap Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat selama perayaan Idul Fitri. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Agnes Wiguna

