SENDAWAR – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus diperkuat melalui pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda. Salah satunya diwujudkan dalam talkshow edukasi anti narkoba yang digelar Karang Taruna Kabupaten Kutai Barat di Taman Budaya Sendawar, Lamin Melayu, Sabtu (24/01/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Sehat Tanpa Narkoba” ini menjadi ruang dialog terbuka antara pelajar, pemuda, dan pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas ancaman nyata narkoba di lingkungan sekitar. Talkshow tersebut juga menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Karang Taruna Kubar sepanjang tahun 2026.
Ketua Karang Taruna Kubar, Tobi Rikardo, menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya peredaran narkoba di daerah tersebut. Menurutnya, generasi muda, khususnya pelajar usia sekolah, merupakan kelompok yang paling rentan menjadi sasaran peredaran gelap narkotika.
“Kami melihat persoalan narkoba di Kubar sudah masuk kategori darurat, terutama di kalangan anak muda. Karena itu Karang Taruna merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam upaya pencegahan melalui edukasi,” ujar Tobi di sela kegiatan talkshow.
Ia menjelaskan, pendekatan edukatif dipilih karena dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran jangka panjang. Dengan pemahaman yang tepat sejak dini, pelajar diharapkan memiliki daya tangkal dan keberanian untuk menolak ajakan atau pengaruh negatif terkait narkoba.
Talkshow ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor sebagai narasumber, mulai dari tenaga kesehatan, aparat penegak hukum, hingga Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kubar. Hadir di antaranya dr Waluyo dari unsur kesehatan, perwakilan Polres Kubar, serta BNK Kubar. Kolaborasi tersebut dimaksudkan agar peserta memperoleh perspektif menyeluruh mengenai bahaya narkoba, baik dari sisi kesehatan, hukum, maupun dampak sosial.
Sasaran utama kegiatan ini adalah pelajar tingkat SMP dan SMA. Sekitar 500 pelajar dari berbagai sekolah di sekitar Kota Sendawar tampak antusias mengikuti jalannya acara. Partisipasi aktif peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis serta respons positif terhadap materi yang disampaikan para narasumber.
“Kami menargetkan pelajar sebagai peserta karena merekalah generasi penerus daerah. Mereka perlu dibekali pemahaman sejak dini agar mampu berkata tidak terhadap narkoba,” tambah Tobi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kubar, Kamius Junaidi, menilai penyalahgunaan narkoba sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Ia menekankan bahwa dampak narkoba tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga berpengaruh terhadap pendidikan, kehidupan sosial, serta stabilitas keamanan masyarakat.
Menurut Kamius, kegiatan edukasi seperti talkshow ini memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran kolektif dan mendorong partisipasi aktif pemuda dalam gerakan pencegahan narkoba. Upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah.
“Semoga para pemuda mampu menjadi agen perubahan dan bersama-sama mewujudkan Kubar yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba,” harap Kamius.
Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Kubar berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi pelopor gaya hidup sehat dan produktif di lingkungan masing-masing. []
Diyan Febriana Citra.

