TANGERANG SELATAN – Upaya pemadaman kebakaran besar yang melanda kawasan perdagangan dan pergudangan di Jalan Pajak Raya, Cipadu, Juramangu Timur, Kota Tangerang Selatan, akhirnya membuahkan hasil setelah berlangsung selama berjam-jam. Api yang melahap satu gudang dekorasi dan sejumlah ruko tekstil berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran pada Senin (02/02/2026) dini hari.
Peristiwa kebakaran ini menyita perhatian warga karena skala api yang besar dan kepulan asap yang terlihat dari kejauhan. Lokasi kejadian merupakan kawasan padat aktivitas usaha, sehingga proses penanganan dilakukan dengan intensif untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengerahkan kekuatan penuh dengan melibatkan ratusan personel dan puluhan unit armada pemadam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri Adam, memastikan bahwa proses pemadaman telah dinyatakan selesai pada dini hari setelah api berhasil dipadamkan secara menyeluruh.
“Proses Pemadaman dinyatakan selesai pukul 04.41 WIB,” kata Kadis Damkar Tangsel, Ahmad Dohiri Adam dikonfirmasi, Senin (02/02/2026).
Ia menjelaskan bahwa area yang terdampak kebakaran cukup luas, mencakup bangunan usaha dengan material yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar.
“4 ruko jual tekstil, 1 gudang dekorasi seluas lebih kurang 500 M2 yang membuat dahsyat api berkobar karena ada kayu, triplek dan styrofoam untuk dibuat dekorasi,” katanya.
Material seperti kayu, triplek, dan styrofoam yang tersimpan di dalam gudang dekorasi menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api, sehingga membutuhkan waktu lama dan tenaga besar untuk melakukan pemadaman total. Api yang berkobar hebat juga mempersulit akses petugas menuju titik-titik sumber kebakaran.
Berdasarkan informasi awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari gangguan instalasi listrik.
“Dugaan sementara korsleting listrik unit Tangsel 10 unit, Tangerang Kota 15 unit, DKI 4 unit,” ujar Adam.
Untuk mengatasi kebakaran tersebut, sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari berbagai wilayah, termasuk Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan DKI Jakarta. Sinergi lintas daerah ini dilakukan guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah risiko kebakaran meluas ke bangunan lain.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap berdampak pada keselamatan petugas di lapangan. Sejumlah anggota pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka ringan saat menjalankan tugas. Secara keseluruhan, sebanyak 150 personel pemadam kebakaran diterjunkan sejak laporan pertama diterima pada Minggu (01/02/2026) pukul 17.52 WIB.
“Hambatan radio komunikasi, senter dan masyarakat berkerumun. Personil Damkar yang terlibat 150 orang, anggota Redkar 15 orang,” imbuhnya.
Selain tantangan teknis, kondisi lingkungan sekitar yang dipadati warga juga menjadi kendala tersendiri dalam proses penanganan kebakaran. Kerumunan masyarakat serta keterbatasan peralatan pendukung membuat petugas harus bekerja ekstra keras dalam mengendalikan situasi.
Kini, lokasi kebakaran telah diamankan dan petugas masih melakukan proses pendinginan serta penyelidikan lanjutan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala. Pemerintah daerah juga mulai melakukan pendataan dampak kerugian material yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan instalasi listrik dan sistem keamanan bangunan, terutama di kawasan usaha yang menyimpan material mudah terbakar. []
Diyan Febriana Citra.

