Kebakaran Hutan 20 Hektare Gegerkan Parigi Utara

Kebakaran Hutan 20 Hektare Gegerkan Parigi Utara

Bagikan:

PARIGI MOUTONG – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi peringatan serius terhadap tingginya kerentanan kawasan perbukitan terhadap bencana kebakaran, khususnya saat cuaca panas dan kondisi lahan mengering. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (01/02/2026) malam itu menghanguskan sekitar 20 hektare hutan dan semak belukar, sekaligus memicu kekhawatiran warga akan potensi kebakaran susulan.

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.00 Wita dan dengan cepat menyebar ke area hutan dan semak-semak di sekitarnya. Berdasarkan keterangan warga, kebakaran diduga bermula dari area kebun milik warga yang terbakar, lalu merembet ke kawasan yang lebih luas akibat tiupan angin kencang serta suhu udara yang panas. Kondisi tersebut membuat api sulit dikendalikan dan meluas dalam waktu singkat.

Situasi darurat tersebut mendorong aparat kepolisian setempat bergerak cepat. Kapolsubsektor Parigi Utara, Ipda Andri J Terok, memimpin langsung upaya penanganan di lokasi kejadian sekitar pukul 19.30 Wita. Namun, medan yang sulit menjadi tantangan besar bagi petugas dan warga yang terlibat dalam proses pemadaman.

“Medannya berat dan air sangat terbatas. Ini jadi kendala utama pemadaman,” kata Andri.

Lokasi kebakaran yang berada di kawasan pegunungan dengan kontur terjal dan minim akses sumber air membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara optimal. Sekitar 20 warga turut membantu upaya pemadaman dengan peralatan sederhana, seperti tangki semprot dan alat manual lainnya. Meski demikian, hingga pukul 21.00 Wita, api belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

Dari hasil pemantauan awal, polisi menduga kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembersihan lahan, khususnya kebun kelapa dan semak kering. Kondisi vegetasi yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api ke area hutan di sekitarnya. Namun, pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti peristiwa tersebut.

Penyelidikan masih dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian serta melakukan pendalaman terhadap aktivitas warga sebelum kebakaran terjadi.

“Kami mengimbau warga agar tidak membakar lahan dengan alasan apa pun. Sangat berbahaya dan bisa merugikan banyak pihak,” tegas Andri.

Hingga Senin (02/02/2026) pukul 08.00 Wita, kondisi di lokasi kebakaran dilaporkan relatif aman dan terkendali. Meski api utama telah mereda, asap masih terlihat di kawasan perbukitan Desa Avolua, menandakan masih adanya titik panas yang perlu diwaspadai.

“Perkembangan situasi kebakaran hutan dan lahan akan kami laporkan secara berkala,” ujarnya.

Aparat kepolisian bersama unsur terkait juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kebakaran lanjutan, mengingat masih banyak lahan kering di wilayah Parigi Utara yang berpotensi mudah terbakar. Patroli rutin akan ditingkatkan sebagai langkah pencegahan, sekaligus untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan yang berisiko memicu kebakaran baru.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah dengan kondisi alam yang rentan. Selain merusak lingkungan, kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi mengancam keselamatan warga, merusak ekosistem, serta menimbulkan dampak kesehatan akibat asap.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan lahan yang aman, serta meningkatkan sistem deteksi dini kebakaran guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews