Kebakaran SDN 010 Samarinda Utara Diduga Dipicu Petasan

Kebakaran SDN 010 Samarinda Utara Diduga Dipicu Petasan

Bagikan:

SAMARINDA – Kebakaran yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Samarinda Utara pada awal tahun 2026 menjadi pengingat serius akan pentingnya pengawasan lingkungan pendidikan, terutama di masa libur sekolah. Insiden tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik pada bangunan, tetapi juga menyoroti potensi bahaya dari aktivitas bermain petasan yang masih marak di tengah masyarakat.

Peristiwa kebakaran diketahui terjadi pada Jumat (02/01/2026) malam. Api diduga pertama kali muncul dari salah satu ruangan di gedung sekolah bertingkat sebelum kemudian menjalar ke bagian lain bangunan. Beruntung, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa karena sekolah dalam kondisi kosong saat kebakaran berlangsung.

Danton Posko 2 Wilayah Samarinda Utara Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Barkani, menyampaikan bahwa hasil identifikasi awal mengarah pada dugaan keterlibatan anak-anak yang bermain petasan di area sekolah. Aktivitas tersebut diduga menjadi pemicu munculnya percikan api.

Menurut Barkani, kondisi di dalam gedung sekolah turut mempercepat penyebaran api. Di bagian bawah bangunan, tepatnya di sekitar tangga, terdapat ruang lokakarya siswa yang menyimpan tumpukan kertas dan material lain yang mudah terbakar.

“Kondisi itu membuat api dengan cepat menjalar hingga ke area plafon bangunan,” ujar Barkani, Jumat (02/01/2026).

Laporan kebakaran diterima Disdamkar Kota Samarinda sekitar pukul 19.10 WITA. Begitu informasi masuk, petugas pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mencegah api meluas ke seluruh gedung sekolah.

Dalam upaya pemadaman, Disdamkar Kota Samarinda mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, dukungan juga datang dari para relawan yang menurunkan tiga unit fire truck guna mempercepat proses penanganan.

“Total ada lima unit kendaraan pemadam, ditambah ambulans serta unit pemadam portable dari relawan,” ucapnya.

Meski demikian, petugas sempat menghadapi kendala saat menuju lokasi kejadian. Akses jalan yang sempit serta keberadaan kendaraan yang parkir di sekitar lingkungan sekolah membuat laju armada pemadam sedikit terhambat. Kendati demikian, upaya pemadaman tetap berjalan efektif.

“Tetapi untuk api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke seluruh bangunan sekolah. Sehingga tidak ada korban jiwa,” katanya.

Barkani menyebutkan bahwa kebakaran di SDN 010 Samarinda Utara ini menjadi peristiwa kebakaran pertama yang ditangani oleh Disdamkar Kota Samarinda pada awal tahun 2026. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama terkait keselamatan lingkungan publik dan fasilitas pendidikan.

Selain itu, Barkani turut mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam penggunaan dan permainan petasan yang berisiko memicu kebakaran.

“Karena sekarang masih awal tahun masih ada pula beberapa orang yang menjual petasan, sehingga orang tua harus bisa benar-benar mengawasi anaknya,” tandas Barkani.

Insiden ini sekaligus menjadi perhatian bagi pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem pengamanan, pengawasan lingkungan sekolah, serta edukasi bahaya kebakaran, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews