PURWAKARTA — Kecelakaan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan terjadi di Kilometer 93 ruas Tol Cipularang arah Jakarta pada Kamis (05/03/2026) sekitar pukul 20.18 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan beberapa korban lainnya mengalami luka-luka.
Insiden lalu lintas itu diduga dipicu gangguan sistem pengereman pada sebuah truk kontainer yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Kendaraan berat tersebut kemudian menabrak sejumlah kendaraan di depannya hingga memicu tabrakan beruntun di jalur tol.
Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Cipularang, Joko Prihantono, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan berbagai jenis kendaraan. Di antaranya truk kontainer, kendaraan pickup, truk, serta sejumlah mobil penumpang seperti Toyota Rush, Daihatsu Sigra, Hiace, Toyota Raize, Mazda, dan Toyota Agya.
“Diduga kendaraan kontainer mengalami gangguan pengereman lalu menabrak kendaraan pickup nopol B 9718 VAF, kemudian terjadi kecelakaan beruntun,” ujar Joko dalam keterangannya, Jumat (06/03/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika truk kontainer bernomor polisi B 9367 UEL melaju di lajur satu dari arah Bandung menuju Jakarta. Saat mendekati lokasi kejadian, pengemudi melihat kondisi lalu lintas di depannya melambat akibat adanya dump truck di jalur tersebut.
Situasi lalu lintas yang mulai padat membuat kendaraan di jalur itu memperlambat laju bahkan berhenti. Namun truk kontainer yang berada di belakang diduga tidak mampu mengurangi kecepatan karena mengalami gangguan pada sistem pengereman. Akibatnya, kendaraan tersebut menabrak mobil di depannya dan memicu rangkaian tabrakan beruntun.
Peristiwa itu menyebabkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diketahui merupakan pengemudi dan kernet kendaraan pickup yang berada di jalur tersebut. Selain korban meninggal, empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka berat dan langsung mendapatkan penanganan medis.
“Posisi akhir kendaraan menutup lajur satu, lajur dua, dan bahu jalan,” kata Joko.
Petugas kepolisian bersama tim penyelamat segera menuju lokasi setelah menerima laporan kecelakaan. Proses evakuasi korban dilakukan dengan membawa mereka ke RS Abdul Rozak untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain mengevakuasi korban, petugas juga melakukan pendataan terhadap kendaraan serta identitas pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Kendaraan yang mengalami kerusakan kemudian dipindahkan ke pool derek di wilayah Jatiluhur agar arus lalu lintas dapat kembali normal.
Sopir truk kontainer yang diduga menjadi pemicu kecelakaan, Cahya, mengaku tidak mampu mengendalikan kendaraannya ketika mendekati lokasi kejadian. Ia menyebut sistem pengereman kendaraan mengalami gangguan saat melintas di jalur tersebut.
“Remnya blong,” ujar Cahya.
Salah seorang korban selamat, Soleh Muslim, menceritakan momen menegangkan saat kecelakaan terjadi. Ia mengungkapkan bahwa arus lalu lintas sempat berjalan normal sebelum akhirnya melambat hingga berhenti total.
“Saat itu kondisi perjalanan awalnya lancar. Pas sudah masuk tol tiba-tiba macet dan semua kendaraan berhenti. Mobil saya juga sudah berhenti, tapi tiba-tiba dari belakang ada mobil yang menabrak,” ujar Soleh.
Benturan keras dari kendaraan di belakang membuat mobil yang ditumpanginya terpental beberapa kali.
“Mobil saya ditabrak sampai tiga kali. Sekali ketabrak saya terpental, lalu ditabrak lagi sampai terpental lagi. Waktu itu saya sudah pasrah,” kata dia.
Meski kendaraan yang ditumpanginya mengalami kerusakan cukup parah, Soleh bersama dua anggota keluarganya berhasil selamat dari kejadian tersebut.
Sementara itu, Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, mengatakan petugas dari Jasa Marga bersama aparat kepolisian langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Tim gabungan yang terdiri dari Patroli Jalan Raya, petugas derek, ambulans, rescue, dan Mobile Customer Service (MCS) diterjunkan untuk mengevakuasi korban serta kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas sempat terganggu karena sejumlah kendaraan menutup jalur utama. Namun setelah proses evakuasi berlangsung, satu lajur tol dapat kembali digunakan sekitar pukul 20.59 WIB. Kemudian pada pukul 21.43 WIB, dua lajur tol sudah kembali dibuka untuk kendaraan yang melintas.
“Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Agni.
Pihak pengelola tol juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses evakuasi.
“Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami selama proses evakuasi berlangsung,” ucapnya.
Agni juga mengingatkan para pengendara agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta mengatur kecepatan saat melintas di jalan tol guna menghindari kecelakaan serupa. []
Diyan Febriana Citra.

