ACEH TAMIANG – Upaya pemulihan aktivitas perdagangan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus dilakukan pemerintah pusat. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyalurkan bantuan berupa 100 unit tenda darurat kepada para pedagang Pasar Kuala Simpang yang terdampak banjir besar beberapa waktu lalu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat kebangkitan ekonomi rakyat sembari menunggu proses rehabilitasi pasar permanen.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana sukarela yang melibatkan pegawai Kemendag, pelaku usaha, serta masyarakat umum melalui platform Kemendag Peduli. Skema gotong royong ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap keberlangsungan usaha kecil di daerah terdampak bencana.
“Kami berupaya untuk segera memulihkan kondisi pasar dan mengaktifkan kembali aktivitas perdagangan di lokasi terdampak. Harapannya, para pedagang dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman untuk menyambung penghidupan mereka,” kata Iqbal Shoffan Shofwan saat menyerahkan bantuan secara langsung di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (02/01/2026).
Bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 lalu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga memukul sektor perdagangan rakyat. Curah hujan tinggi menyebabkan air bercampur lumpur menggenangi pasar-pasar tradisional, memaksa aktivitas jual beli terhenti mendadak. Akibatnya, distribusi barang kebutuhan pokok terganggu dan ribuan pedagang kehilangan sumber pendapatan harian.
Pasar Kuala Simpang menjadi salah satu titik yang mengalami dampak cukup serius. Pasar rakyat yang telah beroperasi sejak 1982 itu lumpuh akibat lorong-lorong pasar tertutup endapan lumpur tebal. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi warga nyaris terhenti dalam waktu yang tidak singkat.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan hingga 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 32 pasar rakyat di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kerusakan berat akibat bencana tersebut. Merespons kondisi itu, Kemendag melalui program Kemendag Peduli bergerak cepat untuk menghadirkan solusi jangka pendek berupa tenda darurat agar kegiatan jual beli dapat kembali berjalan.
“Fokus utama diarahkan pada pemulihan fungsi pasar rakyat agar rantai distribusi bapok kembali normal dan pedagang dapat kembali berdaya,” ujar Iqbal.
Bantuan 100 unit tenda ini diterima secara simbolis oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Aziz. Kehadiran tenda-tenda tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 295 pedagang untuk kembali berjualan sementara waktu.
Iqbal menegaskan bahwa langkah pemulihan ini tidak hanya difokuskan di Aceh Tamiang. Kementerian Perdagangan juga melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendukung pemulihan pasar rakyat di wilayah terdampak lainnya di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Melalui keberadaan tenda darurat tersebut, denyut ekonomi masyarakat mulai berangsur pulih. Para pedagang kembali membuka lapak, sementara warga setempat dapat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan akses yang lebih mudah. Beroperasinya kembali Pasar Kuala Simpang tidak hanya bermakna sebagai pemulihan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dan ketangguhan masyarakat Aceh Tamiang dalam menghadapi dampak bencana. []
Diyan Febriana Citra.

