BEKASI – Warga Perumahan Bumi Sani, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, diliputi keresahan setelah aksi penyiraman air keras kembali terjadi dan kali ini menyasar seorang warga saat hendak menunaikan salat subuh. Korban berinisial TW (54) diduga telah diintai pelaku sejak keluar rumah sebelum akhirnya diserang pada Senin, (30/03/2026), sekitar pukul 04.50 WIB.
Insiden yang terjadi di perbatasan Rukun Tetangga (RT) 01 dan RT 02 itu kini tengah didalami aparat kepolisian. Rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) menjadi salah satu petunjuk utama untuk mengungkap identitas pelaku yang disebut berjumlah dua orang.
Ketua RT 01 Cepi S mengatakan, dari hasil pemantauan rekaman CCTV, gerak-gerik pelaku menunjukkan adanya dugaan pengintaian terhadap korban sebelum aksi dilakukan. “Kalau dibilang salah sasaran kok dia (pelaku) sepertinya sudah ngintip dan ngikutin. Bahkan dia sudah berputar-putar kalau di CCTV. Jadi memang sudah mengintai di situ,” ujar Cepi saat dikonfirmasi, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (30/03/2026).
Menurut Cepi, pelaku terlihat berputar-putar di sekitar lokasi sebelum mendekati korban. Dugaan ini menguat karena TW diketahui berjalan menuju mushala untuk melaksanakan salat subuh saat serangan terjadi.
Peristiwa tersebut menambah daftar kasus serupa di lingkungan perumahan yang sama. Warga menyebut aksi penyiraman air keras sebelumnya pernah menimpa sebuah mobil di kawasan RT 01.
“Kami enggak tahu alasannya apa, yang jelas ini sudah yang kedua. Sebelumnya mobil Fortuner di situ juga TKP-nya, disiram juga,” kata dia.
Cepi menuturkan, kekhawatiran warga semakin meningkat lantaran insiden kali ini telah memakan korban manusia. “Makanya untuk yang kali ini karena menyangkut jiwa manusia, kami laporkan ke polisi untuk diusut,” ujar Cepi.
Berdasarkan rekaman CCTV, dua orang pelaku diduga menggunakan satu sepeda motor dan mengenakan helm tertutup untuk menyamarkan identitas. Salah satu pelaku yang dibonceng disebut mengenakan celana pendek.
“Mereka pakai helm lengkap. Yang bonceng pakai celana pendek. Ada di CCTV-nya,” kata Cepi.
Kondisi fisik korban yang sedang dalam masa pemulihan akibat stroke diduga membuat pelaku lebih mudah melancarkan aksinya. TW diketahui sudah tidak bekerja selama dua tahun terakhir karena sakit yang dideritanya.
“Sudah enggak kerja. Karena dia itu memang sedang sakit stroke, untuk ngomong saja enggak bisa. Makanya kita bingung apa motifnya,” ujar Cepi.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tambun Selatan Wuriyanti menyampaikan korban telah dibawa ke rumah sakit di Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan sekitar. Penyelidikan kasus ini turut melibatkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Metropolitan (Polres Metro) Bekasi.
Hingga kini, aparat masih memburu pelaku dan mendalami kemungkinan keterkaitan insiden ini dengan kasus penyiraman air keras sebelumnya di lokasi yang sama. Warga berharap pelaku segera ditangkap agar rasa aman di lingkungan perumahan dapat kembali pulih. []
Redaksi05

