ACEH TIMUR — Pemerintah pusat terus memantau secara langsung kondisi masyarakat terdampak banjir di wilayah pedalaman Aceh Timur. Kepala Staf Presiden (KSP) Qodari melakukan kunjungan kerja ke Desa Bunin, Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (14/01/2026), untuk melihat dari dekat situasi pengungsian sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Dalam kunjungan tersebut, Qodari meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir serta berdialog dengan warga pengungsi dan aparat pemerintah daerah. Salah satu perhatian utama yang disorot adalah ketersediaan air minum bersih dan higienis bagi masyarakat yang terdampak bencana. Persoalan air bersih dinilai krusial, mengingat banjir telah merusak sumber air warga dan meningkatkan risiko penyakit.
Sebagai bagian dari upaya penanganan darurat, Qodari secara simbolis meresmikan pengoperasian water purifier Aqualux yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air minum para pengungsi. Perangkat pemurni air tersebut diuji langsung di hadapan warga dan aparat setempat guna memastikan kualitas air yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.
“Kebutuhan air minum higienis menjadi salah satu persoalan paling mendesak berdasarkan laporan yang diterimanya. Hari ini kami melihat langsung water purifier ini berfungsi dengan baik. Kami uji langsung dan airnya sudah layak serta higienis,” kata Qodari dalam siaran pers.
Menurut Qodari, penyediaan air bersih merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana, selain kebutuhan pangan, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara. Ia menegaskan, pemerintah pusat berkomitmen memastikan setiap bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Selain meninjau fasilitas air bersih, KSP juga mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi para pengungsi terkait kondisi pengungsian, akses logistik, serta kebutuhan jangka menengah hingga panjang. Seluruh temuan dan masukan tersebut, kata Qodari, akan menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat dalam merumuskan langkah lanjutan penanganan banjir di Aceh Timur.
“Apa yang kami dengar dan lihat langsung hari ini akan kami sampaikan dalam rapat satgas besok,” ujarnya.
Qodari menjelaskan, laporan dari lapangan akan dibahas dalam rapat besar Satuan Tugas Pemulihan bersama Menteri Dalam Negeri yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang. Rapat tersebut diharapkan menghasilkan keputusan strategis untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penanganan dampak sosial dan ekonomi akibat banjir.
Dalam kesempatan itu, KSP juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana. Ia mengajak seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, untuk terus memperkuat koordinasi agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Semoga semangat kebersamaan ini memudahkan percepatan pemulihan pascabanjir di Aceh Timur,” pungkas Qodari.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur sebelumnya menyebabkan ratusan warga mengungsi dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Akses ke beberapa desa sempat terputus akibat tingginya debit air dan rusaknya infrastruktur. Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan dampak serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Kunjungan KSP ke lokasi bencana ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan bahwa penanganan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat di lapangan. []
Diyan Febriana Citra.

