Lansia 78 Tahun Hilang di Lereng Gunung Slamet

Lansia 78 Tahun Hilang di Lereng Gunung Slamet

Bagikan:

BANYUMAS – Upaya pencarian seorang warga lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan hutan lereng Gunung Slamet masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Korban diketahui bernama Kardan (78), warga Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hingga Minggu (11/01/2026) petang, keberadaan korban belum diketahui, sehingga operasi pencarian resmi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, menjelaskan bahwa laporan hilangnya Kardan diterima setelah upaya pencarian mandiri oleh warga tidak membuahkan hasil. Korban diketahui terakhir kali pergi ke hutan pada Sabtu (10/1/2026) pagi untuk mencari kayu bakar, aktivitas yang selama ini kerap dilakukannya.

Menurut keterangan pihak SAR, Kardan berangkat ke kawasan hutan sekitar pukul 07.00 WIB. Hingga sore hari, korban tidak kembali ke rumah. Warga setempat sempat melakukan pencarian secara swadaya di sekitar jalur yang biasa dilalui korban, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan yang bersangkutan.

Pada Minggu (11/01/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, seorang saksi mengaku sempat melihat Kardan berada di area hutan desa. Meski demikian, hingga lebih dari 24 jam setelah terakhir terlihat, korban belum kembali ke rumah.

“Namun sudah 24 jam survivor belum kembali ke rumah. Warga sudah berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi namun tidak membuahkan hasil, akhirnya Pemdes Karangkemiri melaporkan ke Unit Siaga SAR Banyumas,” kata Abdullah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Cilacap langsung mengerahkan satu tim rescuer dari Unit Siaga SAR Banyumas. Tim dilengkapi dengan peralatan pencarian lengkap, termasuk drone inframerah atau Thermal UAV yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara, terutama pada malam hari atau di area dengan vegetasi rapat.

“Pada pukul 18.15 WIB Tim Rescue Unit Siaga SAR Banyumas tiba di lokasi kejadian melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dan melakukan assessment serta menyusun rencana pencarian,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasi SAR, tim menghadapi tantangan medan yang tidak ringan. Kawasan hutan Desa Karangkemiri berada di gugusan lereng selatan Gunung Slamet yang dikenal memiliki kontur terjal, jalur sempit, serta tutupan vegetasi yang cukup rapat. Kondisi ini menyulitkan proses pencarian, terutama pada malam hari dan saat cuaca berubah.

Rencana pencarian pada hari berikutnya akan difokuskan pada penyisiran jalur darat yang diperkirakan sering dilalui warga, serta pemantauan dari udara menggunakan drone. Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan perangkat desa, relawan, dan warga setempat yang memahami karakteristik medan.

Wilayah lereng Gunung Slamet memang dikenal memiliki potensi alam yang melimpah dan kerap dimanfaatkan warga untuk mencari hasil hutan, seperti kayu bakar, sayuran, dan buah-buahan. Namun, kondisi alam yang masih liar dan minim penanda jalur membuat kawasan ini cukup rawan, terutama bagi warga lanjut usia.

Abdullah mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan agar lebih berhati-hati dan tidak bepergian seorang diri, terutama di medan yang sulit. Tim SAR Gabungan akan terus melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan, dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews