MEULABOH β Upaya penanggulangan kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat terus diperkuat seiring meluasnya area terdampak di sejumlah kecamatan. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat memastikan dukungan personel tambahan dari pusat telah dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.
Sebanyak 13 personel Mandala Agni dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) diturunkan langsung ke Aceh Barat untuk membantu operasi pemadaman di titik-titik rawan. Kehadiran tim ini dinilai strategis karena memiliki keahlian khusus dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan kondisi medan yang sulit.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald, menyampaikan bahwa personel Mandala Agni telah berada di daerah tersebut selama beberapa hari dan langsung terlibat aktif di lapangan.
βTim Mandala Agni sudah berada di Aceh Barat selama tiga hari untuk membantu upaya pemadaman kebakaran lahan, hari ini adalah hari keempat teman-teman berada di Aceh Barat,β kata Teuku Ronald kepada ANTARA di Meulaboh, Selasa (27/01/2026).
Menurut Teuku Ronald, dukungan personel Mandala Agni yang didatangkan dari Sumatera Utara memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas penanganan kebakaran lahan. Dengan tambahan tenaga dan peralatan, proses pemadaman kini dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. Ia menilai kolaborasi lintas daerah dan lintas instansi menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana kebakaran lahan yang terus berulang.
Selain Mandala Agni, BPBD Aceh Barat juga mendapat bantuan dari 10 personel Tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang berasal dari Kota Banda Aceh. Tim ini turut berperan dalam pemantauan kawasan hutan, pembukaan akses menuju lokasi kebakaran, serta membantu pemadaman di area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Berdasarkan data BPBD, hingga Senin (26/01/2026), total luas lahan yang terbakar di Kabupaten Aceh Barat telah mencapai 19 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di beberapa kecamatan dan desa dengan tingkat kerawanan yang berbeda-beda. Lokasi terluas tercatat berada di Desa Suak Raya dengan luas sekitar 7,5 hektare, disusul Desa Ujong Beurasok seluas 4,5 hektare, serta Desa Suak Nie seluas tiga hektare.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di Desa Aron Baroh, Kecamatan Woyla, dengan luas sekitar 0,5 hektare, serta Desa Peulanteue di Kecamatan Bubon yang mencapai satu hektare. Dua desa di Kecamatan Meureubo, yakni Desa Alue Peunyareng seluas satu hektare dan Desa Ujong Tanoh Darat seluas 0,5 hektare, juga terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Woyla Barat, kebakaran melanda Desa Blang Luah dengan luasan sekitar satu hektare.
Dalam penanganan kebakaran ini, berbagai unsur terus dilibatkan. Selain BPBD Aceh Barat, upaya pemadaman melibatkan personel pemadam kebakaran dari Mako BPBD, Damkar Kecamatan Woyla, Damkar Kecamatan Meureubo, personel Manggala Agni Daops Sumatera I Sibolangit, TNI, Polri, KPH Wilayah IV Aceh, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi memicu kebakaran lahan. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi lanjutan, termasuk opsi modifikasi cuaca, guna mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat. []
Diyan Febriana Citra.

