MOJOKERTO – Respons cepat tim gabungan membuahkan hasil setelah sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Brantas, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, berhasil dievakuasi dalam waktu kurang dari dua jam pada Jumat (10/04/2026) siang.
Penemuan jenazah bermula dari laporan warga sekitar pada pukul 13.50 WIB yang melihat tubuh korban tersangkut di aliran sungai. Informasi tersebut segera diteruskan kepada petugas, yang langsung mengerahkan tim gabungan ke lokasi untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi.
Tim yang diterjunkan terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto, serta BPBD Kabupaten Sidoarjo. Petugas melakukan penyisiran menggunakan perahu karet mulai dari kawasan Jembatan Tanjang Rono.
Setelah hampir dua jam melakukan penyisiran di tengah arus sungai yang cukup deras, jenazah akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 15.50 WIB di sekitar Jembatan Apung, Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim membenarkan peristiwa tersebut.
“Jenazah sudah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Selanjutnya dibawa ke Pusdik Gasum Porong, Sidoarjo, untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Abdul Khakim, sebagaimana diberitakan Diswaymojokerto, Jumat, (10/04/2026).
Menurut petugas, proses evakuasi berlangsung lancar meski membutuhkan kehati-hatian ekstra. Selain derasnya arus Sungai Brantas, kondisi tubuh korban yang telah lama mengapung juga menjadi perhatian utama dalam proses penanganan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, aparat berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya. Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kantor polisi terdekat untuk membantu proses identifikasi.
Sebagai salah satu sungai terbesar di Jawa Timur (Jatim), Sungai Brantas yang melintasi wilayah Mojokerto kerap menjadi lokasi penemuan korban hanyut maupun jenazah, terutama saat debit air meningkat. Pihak berwenang saat ini masih menunggu hasil identifikasi lebih lanjut guna memastikan identitas korban serta kronologi pasti kejadian tersebut. []
Redaksi05

