MATARAM – Penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas kembali menggegerkan warga Kota Mataram. Kali ini, jasad tersebut ditemukan mengapung di perairan pesisir Pantai Gading, Lingkungan Mapak Belatung, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, pada Kamis (22/01/2026) pagi. Peristiwa ini sontak menarik perhatian masyarakat sekitar, mengingat kondisi korban yang sudah sulit dikenali.
Mayat berjenis kelamin laki-laki itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.30 WITA oleh seorang warga bernama Sadri (43). Saat itu, Sadri baru saja pulang dari tempatnya bekerja dan singgah di kawasan pantai untuk melihat kondisi cuaca. Dari kejauhan, ia melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di laut dan terbawa ombak menuju bibir pantai.
Kapolsek Ampenan, AKP Ahmad Majmuk, dalam laporannya kepada Kapolresta Mataram, menjelaskan kronologi awal penemuan tersebut. Menurutnya, saksi semula tidak menyadari bahwa benda yang dilihatnya merupakan tubuh manusia.
“Setelah mendekat, saksi melihat jelas bahwa itu adalah tubuh seorang laki-laki yang sudah tidak bernyawa. Saksi kemudian merekam kejadian tersebut dan langsung melapor kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Jempong Baru,” terang Kapolsek.
Informasi penemuan mayat itu dengan cepat menyebar di lingkungan sekitar. Warga berdatangan ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut. Mengingat kondisi ombak yang cukup kuat, warga bersama aparat kepolisian berinisiatif memindahkan jasad ke tepi pantai menggunakan terpal agar tidak kembali terseret arus laut.
Dari hasil pengamatan awal di tempat kejadian perkara, kondisi jasad korban sudah mengalami pembengkakan dan mengeluarkan bau tidak sedap. Hal ini membuat ciri-ciri fisik korban sulit dikenali secara kasatmata. Polisi menduga korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan dan terbawa arus laut hingga ke pesisir Pantai Gading.
“Identitas korban masih belum diketahui. Dari kondisi tubuhnya, diperkirakan korban sudah meninggal beberapa hari lalu,” jelas pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, piket fungsi Polsek Ampenan bersama Kasubsektor Sekarbela, Tim Identifikasi Polresta Mataram, serta Tim SAR segera mendatangi lokasi. Aparat gabungan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area sekitar, serta mengevakuasi jenazah untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam perkembangan awal, muncul dugaan bahwa jasad tersebut merupakan warga Desa Sarage, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, bernama Pawan, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Melau, Dusun Mapasan, sekitar empat hari lalu. Dugaan tersebut didasarkan pada kesesuaian waktu dan ciri-ciri umum korban yang dilaporkan hilang.
Keterangan ini diperkuat oleh salah seorang anggota SAR, I Gede Lanus, yang menyebutkan adanya laporan orang hilang dengan karakteristik yang mendekati kondisi korban saat ditemukan. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans. Di rumah sakit, korban akan menjalani visum et repertum guna memastikan penyebab kematian serta membantu proses identifikasi.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan Unit Reskrim dan Unit Identifikasi Polresta Mataram untuk menelusuri kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman. Dugaan sementara korban meninggal akibat tenggelam karena kuatnya arus laut,” tutupnya. []
Diyan Febriana Citra.

