Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 30 Sekolah di Pidie Jaya

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 30 Sekolah di Pidie Jaya

Bagikan:

PIDIE JAYA – Upaya pemulihan sarana pendidikan di wilayah terdampak bencana terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui program revitalisasi sekolah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di sejumlah daerah di Provinsi Aceh.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, secara langsung meninjau kondisi beberapa sekolah sekaligus meresmikan revitalisasi 30 satuan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya. Program tersebut merupakan bagian dari realisasi anggaran tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp19,5 miliar.

Kunjungan kerja itu diawali dengan perjalanan darat dari Kota Banda Aceh menuju Pidie Jaya. Abdul Mu’ti bersama rombongan tiba di daerah tersebut sekitar pukul 16.45 WIB pada Senin (09/03/2026).

Setibanya di lokasi, rombongan kementerian langsung meninjau sejumlah sekolah yang menjadi sasaran program revitalisasi. Beberapa sekolah yang dikunjungi antara lain TK Negeri Malahayati, SDN 8 Meuredue, SMAN 2 Meureudu, SMPN 1 Meurah Dua, serta SMAN 1 Meureudu.

Peresmian revitalisasi sekolah dilakukan secara simbolis di SMAN 1 Meureudu. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama yang dihadiri para guru, siswa, serta jajaran pemerintah daerah. Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya serta Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah yang terdampak bencana.

“Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi khususnya untuk sarana pendidikan di Aceh dapat terselesaikan lebih cepat lagi,” katanya saat diwawancarai awak media.

Menurut Abdul Mu’ti, total 30 sekolah yang memperoleh bantuan revitalisasi pada tahun anggaran 2025 terdiri dari berbagai jenjang pendidikan. Rinciannya meliputi tiga lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), 16 sekolah dasar (SD), empat sekolah menengah pertama (SMP), lima sekolah menengah atas (SMA), serta dua sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Untuk revitalisasi tahun 2026 sekarang masih on progres. Untuk yang tahun 2025 sudah selesai semua,” ujarnya.

Selain perbaikan bangunan sekolah, pemerintah juga menyalurkan bantuan sarana penunjang pembelajaran. Bantuan tersebut mencakup pengadaan komputer serta buku-buku untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap sekolah yang terdampak bencana pada akhir November 2025. Secara nasional, terdapat ribuan sekolah yang diusulkan untuk memperoleh bantuan revitalisasi akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana alam.

Data pemerintah mencatat terdapat 3.120 usulan sekolah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.178 sekolah telah diverifikasi untuk menerima bantuan revitalisasi. Rinciannya meliputi 63 sekolah yang perlu direlokasi, 188 sekolah dengan kategori rusak berat, 1.382 sekolah rusak sedang, serta sisanya mengalami kerusakan ringan.

Hingga 6 Maret 2026, tercatat 1.642 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan total nilai bantuan lebih dari Rp1,741 triliun. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 1.357 sekolah mengerjakan revitalisasi secara swakelola, sementara 187 sekolah lainnya dikerjakan melalui kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Dari jumlah tersebut, 426 sekolah telah menerima pencairan dana bantuan dengan total mencapai Rp350,5 miliar.

Khusus di Kabupaten Pidie Jaya, terdapat 72 sekolah terdampak bencana yang telah menandatangani PKS untuk program revitalisasi tahun 2026 dengan total anggaran sekitar Rp86,7 miliar. Sebanyak 62 sekolah akan dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah, sedangkan 10 sekolah lainnya akan ditangani oleh TNI AD.

Melalui program ini, pemerintah berharap proses pemulihan fasilitas pendidikan dapat berjalan lebih cepat sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung optimal. Untuk sekolah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang, perbaikan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru pada Juni 2026. Sementara itu, perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan berat serta proses relokasi ditargetkan selesai pada November tahun ini. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews