KETAMBE – Upaya percepatan pemulihan layanan kesehatan pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, turun ke lokasi untuk memastikan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana segera kembali berfungsi, baik melalui layanan darurat maupun pembangunan permanen.
Kunjungan dilakukan di Kecamatan Ketambe, Jumat (13/02/2026). Menkes Budi tiba menggunakan helikopter milik TNI dan mendarat di area yang telah disiapkan sebagai lokasi relokasi Puskesmas Jambur Lak-lak. Kedatangannya disambut Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, bersama jajaran pemerintah daerah setempat.
Fokus utama peninjauan adalah lahan seluas sekitar 5 hektare yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan puskesmas baru. Puskesmas Jambur Lak-lak sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Bencana tersebut tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menghancurkan sebagian besar peralatan medis sehingga tidak lagi dapat difungsikan.
Dalam kesempatan itu, Menkes juga memastikan operasional puskesmas darurat berjalan sesuai standar pelayanan kesehatan. Ia menyerahkan secara simbolis sejumlah alat kesehatan untuk mendukung operasional fasilitas sementara tersebut. Bantuan itu diharapkan mampu menjaga kesinambungan layanan medis bagi masyarakat yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.
Budi menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas sektor yang memungkinkan pembangunan puskesmas darurat rampung dalam waktu relatif singkat. Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta sejumlah pihak terkait dinilai sigap merespons kebutuhan layanan kesehatan di tengah situasi darurat.
Kecepatan pembangunan fasilitas sementara tersebut dinilai krusial, terutama menjelang bulan suci Ramadan, ketika kebutuhan layanan kesehatan masyarakat cenderung meningkat. Keberadaan puskesmas darurat menjadi solusi sementara sembari menunggu pembangunan gedung permanen selesai.
“Ini merupakan hadiah dari Presiden Prabowo Subianto” ungkap Budi.
Selain meninjau lokasi relokasi puskesmas, Menkes juga mengunjungi RSUD Sahudin Kutacane untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan daerah tersebut. Dalam kunjungan itu, ia berdialog dengan tenaga kesehatan serta manajemen rumah sakit guna memetakan kebutuhan mendesak, khususnya terkait ketersediaan alat penunjang medis.
Budi menyatakan komitmennya untuk mendorong pengusulan tambahan alat kesehatan ke pemerintah pusat agar kapasitas layanan RSUD semakin optimal. Penguatan sarana dan prasarana kesehatan dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan sistem kesehatan daerah, terutama dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan yang layak meskipun sedang berada dalam fase pemulihan bencana. Pemerintah pusat menegaskan bahwa rehabilitasi fasilitas kesehatan menjadi prioritas, mengingat sektor kesehatan memegang peran vital dalam menjaga stabilitas sosial dan kesejahteraan warga.
Dengan dukungan lintas kementerian dan pemerintah daerah, diharapkan pembangunan puskesmas permanen dapat segera terealisasi dan pelayanan kesehatan di Aceh Tenggara kembali berjalan normal, bahkan lebih tangguh dalam menghadapi situasi darurat ke depan. []
Diyan Febriana Citra.

