SURABAYA – Upaya pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pangan menjelang bulan suci Ramadhan kembali ditegaskan melalui aksi nyata di lapangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menghadiri langsung kegiatan pembagian paket sembako bagi ratusan pengemudi ojek daring di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/01/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi sekaligus bentuk kepedulian kepada kelompok pekerja informal yang rentan terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dalam kegiatan yang digelar di Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Timur tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia sangat jelas, yakni memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali, terutama menjelang momen hari besar keagamaan.
“Bapak Presiden selalu menekankan agar harga-harga menjelang hari raya tidak boleh naik,” katanya di sela penyerahan bahan pokok.
Menurut Zulkifli, pemerintah bahkan mengupayakan agar harga pangan dapat ditekan agar lebih terjangkau oleh masyarakat. Ia mencontohkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga saat perayaan Natal dan Tahun Baru lalu.
“Alhamdulillah berhasil, saat Natal dan tahun baru lalu menurunkan harga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tantangan serupa kini kembali dihadapi menjelang Ramadhan dan Lebaran. Oleh karena itu, ketersediaan stok menjadi faktor utama yang terus dijaga agar tidak terjadi lonjakan harga di pasaran.
“Stok cukup hanya sekarang agar tidak naik, maka kita juga melakukan apa yang kita sebut dengan pasar murah,” katanya.
Melalui program pasar murah, masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih rendah hingga 10 persen. Namun, untuk pengemudi ojek daring yang mengikuti kegiatan tersebut, bantuan sembako diberikan secara cuma-cuma.
“Untuk pengemudi ojek ini diberikan secara gratis karena ada sponspornya,” katanya.
Dari sisi ketersediaan pangan, Perum Bulog Jawa Timur memastikan kesiapan pasokan dalam menghadapi Ramadhan dan Lebaran. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, menyatakan bahwa stok pangan di wilayah tersebut berada dalam kondisi sangat aman.
“Mulai tanggal 17 Januari kita sudah mulai menyerap hasil panen petani di seluruh Jawa Timur. Kita sudah sekitar 17.000 ton setara beras.”
Ia menjelaskan, total pasokan yang dikuasai Bulog Jawa Timur saat ini mencapai 796.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 14 bulan ke depan. Selain beras, Bulog juga mulai menyerap komoditas jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor peternakan.
“Jadi mungkin nanti untuk peternak-peternak di wilayah Jawa Timur, Insya Allah di tahun 2006 ini jauh lebih baik,” katanya.
Langgeng menambahkan bahwa koordinasi dengan Satgas Pangan terus dilakukan untuk memantau pergerakan harga di pasar. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Dan alhamdulillah sampai dengan hari kemarin masih terpantau stabil di bawah HET. Kemudian juga minyak sesuai Permendag yang baru kita dapat kuota 35 persen dari sekitar 28 juta liter seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu, bantuan sembako tersebut disambut positif oleh para pengemudi ojek daring. Salah satunya, Budi, mengaku bantuan yang diterimanya sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam beberapa hari ke depan.
“Terima kasih atas bantuannya,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi pengemudi ojek daring, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional menjelang bulan suci Ramadhan. []
Diyan Febriana Citra.

