YOGYAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai pusat penguatan ekonomi pesisir. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan KNMP di Kalurahan Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (02/01/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sakti meninjau langsung progres pembangunan kawasan yang diproyeksikan menjadi sentra aktivitas nelayan terpadu. Kehadiran KNMP di Poncosari diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan fasilitas yang memadai, mulai dari penyimpanan ikan hingga dukungan logistik.
Sakti juga menyempatkan diri menyapa ratusan nelayan yang hadir di lokasi. Dengan suasana santai, ia berjalan mendekati para nelayan dan berdialog secara langsung. “Ini nelayan semua, ya?” kata Sakti saat membuka percakapan. Ia kemudian berbincang dengan beberapa nelayan mengenai pembangunan KNMP dan harapan mereka terhadap fasilitas yang tengah disiapkan.
Usai berdialog, Sakti menyerahkan bantuan berupa beras dan uang tunai kepada para nelayan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap nelayan yang tengah tidak melaut.
“Ya sudah, sekarang pulang bawa beras. Hari ini tidak usah melaut karena sudah dapat amplop,” ucap dia. Salah seorang nelayan pun merespons, “Saat ini libur melaut, Pak.”
Setelah acara bersama nelayan, Sakti menjelaskan bahwa kunjungan ke Bantul merupakan bagian dari rangkaian pemantauan pembangunan KNMP di berbagai daerah. Ia menyebut telah mengunjungi sejumlah lokasi lain, seperti Pati, Cirebon, hingga wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, KNMP Poncosari ditargetkan rampung pada Januari 2026 dan dapat segera dimanfaatkan.
“Kita targetkan di Januari ini (KNMP Poncosari) sudah bisa selesai, lalu ini akan menjadi model, sama seperti 18 bulan lalu dibangun di Biak,” kata dia. Sakti menilai KNMP berpotensi besar dalam meningkatkan pendapatan nelayan, sebagaimana yang telah terjadi di Biak, Papua, dengan peningkatan pendapatan nelayan mencapai 121 persen.
Ia berharap keberadaan KNMP di Poncosari dapat menggerakkan roda perekonomian daerah. “Kita harapkan kalau ini jadi, tentu akan membantu, Pak Bupati, ekonominya bergerak dan meningkat dengan baik,” ujarnya. Peningkatan tersebut didorong oleh kelengkapan fasilitas di dalam kawasan, seperti cold storage, toko logistik, hingga bengkel peralatan nelayan.
Sementara itu, Ketua Nelayan Pantai Kuwaru, Ponijo, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan KNMP di Kalurahan Poncosari. Menurutnya, lebih dari 100 nelayan di wilayah tersebut akan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Ia juga menyampaikan harapan agar KNMP dilengkapi dengan bengkel nelayan.
“Harapan dari nelayan bisa bermanfaat bagi nelayan di sini,” kata dia. Ponijo menjelaskan, saat musim ikan, hasil tangkapan nelayan bisa mencapai lima ton per hari. Sebaliknya, ketika tidak musim, hasil tangkapan berkisar antara satu kuintal hingga satu ton per hari.
“Paling diinginkan nelayan, hasil semua tangkapan bisa tercover semua atau dipermudah, dari segi produksinya, cara penyimpanannya karena sudah ada pabrik es di sini,” ujar Ponijo. Ia juga mengaku senang dengan bantuan yang diberikan Menteri KKP. “Sangat suka, karena pengganti tidak melaut ada gantinya,” kata dia.
Pembangunan KNMP Poncosari diharapkan menjadi contoh pengembangan kawasan nelayan modern yang terintegrasi, sekaligus menjadi penopang peningkatan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir selatan Yogyakarta. []
Diyan Febriana Citra.

