Pabrik PT Chengqi di Jepara Terbakar untuk Kedua Kalinya

Pabrik PT Chengqi di Jepara Terbakar untuk Kedua Kalinya

Bagikan:

JEPARA – Kebakaran kembali terjadi di kawasan industri Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kali ini, api melalap area pabrik milik PT Chengqi Industrial Indonesia yang berada di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, pada Rabu (11/03/2026) malam sekitar pukul 20.01 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi insiden kebakaran kedua yang terjadi di perusahaan tersebut dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan pada tahun 2026. Aparat pemadam kebakaran bersama petugas terkait langsung dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api yang melanda area pabrik.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi kali ini merupakan kejadian kedua setelah sebelumnya pabrik yang sama mengalami insiden serupa pada pertengahan Januari lalu.

“Kebakaran kali ini merupakan edisi yang kedua. Titik kebakarannya berbeda. Kalau saat pertama terbakar, lokasi kebakaran di area belakang. Kali ini kebakaran yang kedua berada di area depan pabrik,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut Edy, kebakaran pertama di perusahaan tersebut terjadi pada 17 Januari 2026. Saat itu, titik api muncul di bagian belakang area pabrik. Sementara pada peristiwa yang terjadi pada Rabu (11/03/2026) malam, sumber api dilaporkan berada di bagian depan bangunan pabrik.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada kemungkinan gangguan instalasi listrik atau percikan dari aktivitas pengelasan yang terjadi di area pabrik.

“Bukan disebabkan ledakan tabung gas. Dugaan sementara bisa korsleting atau karena dampak pengelasan. Masih kami konfirmasikan ke pihak-pihak terkait,” sambungnya.

Pabrik tersebut diketahui memproduksi busa yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai produk, seperti tas dan sepatu. Material busa yang mudah terbakar diduga membuat api dengan cepat menyebar di area produksi sehingga memerlukan upaya ekstra dari petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi.

Meski api sempat membesar, petugas pemadam kebakaran bersama tim terkait berhasil mengendalikan kobaran api setelah melakukan upaya pemadaman secara intensif. Beruntung, dalam kejadian kali ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan.

“Alhamdulillah semua selamat. Berbeda dengan saat kebakaran edisi pertama ada dua korban meninggal. Kalau kebakaran malam ini tidak ada korban jiwa,” sambungnya.

Peristiwa kebakaran tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dari area pabrik. Beberapa warga bahkan mendekat untuk menyaksikan proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas.

Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut. Kerugian materiil akibat peristiwa ini juga masih dalam tahap penghitungan.

Meski belum ada angka pasti, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai nilai yang cukup besar karena sebagian fasilitas produksi terdampak oleh kobaran api.

“Ini pabrik busa yang digunakan untuk bahan baku membuat tas dan sepatu. Kalau kerugian masih dihitung. Terapi ditaksir mencapai miliaran,” imbuhnya.

Pihak berwenang juga akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait standar keselamatan kerja di lokasi industri tersebut, terutama setelah dua kali insiden kebakaran terjadi dalam waktu yang relatif berdekatan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus