Pabrik PT Delima Jaya Bogor Terbakar, Kerugian Capai Miliaran

Pabrik PT Delima Jaya Bogor Terbakar, Kerugian Capai Miliaran

Bagikan:

BOGOR — Aktivitas operasional di kawasan industri Jalan KH Sholeh Iskandar (Sholis), Bogor Utara, Kota Bogor, sempat lumpuh pada Jumat pagi (06/02/2026) setelah kebakaran melanda pabrik karoseri PT Delima Jaya. Peristiwa tersebut memicu kepanikan karyawan dan warga sekitar, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Kebakaran diduga kuat dipicu oleh gangguan kelistrikan di dalam gedung. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bogor, Agung Prihanto, menyebut indikasi awal mengarah pada korsleting listrik berdasarkan keterangan saksi di lokasi.

“Dugaan sementara arus pendek listrik menurut saksi,” kata Agung Prihanto saat dikonfirmasi, Jumat (06/02/2026).

Menurut Agung, peristiwa itu pertama kali terdeteksi pada pagi hari saat aktivitas kerja sedang berlangsung. Api diketahui muncul dari salah satu ruangan di lantai dua bangunan pabrik.

“Objek yang terbakar itu ruang meeting lantai dua Delima Jaya pukul 08.34 WIB,” kata Agung.

Ruangan rapat yang berada di lantai dua tersebut menjadi titik awal munculnya api. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke bagian lain ruangan. Karyawan yang berada di lokasi sempat berupaya melakukan pemadaman awal secara mandiri menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun usaha tersebut tidak berhasil menahan laju api.

“Awal mula terjadinya kebakaran, sumber api tidak diketahui, tiba-tiba api sudah membesar, karyawan mencoba memadamkan dengan APAR tapi tidak tertangani di lantai dua CV Delima Jaya,” ujar Agung.

Melihat kondisi semakin memburuk, pihak perusahaan segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor. Respons cepat dilakukan dengan mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil fire rescue ke lokasi kejadian. Tiga regu dari sektor Sukasari, Cibuluh, dan Yasmin diterjunkan untuk menangani kebakaran.

Petugas mulai bergerak menuju lokasi pada pukul 08.37 WIB dan tiba sekitar pukul 08.42 WIB. Proses pemadaman berlangsung intensif karena api sempat membesar akibat material di dalam ruangan yang mudah terbakar. Upaya pemadaman dan pendinginan akhirnya berhasil diselesaikan sekitar pukul 10.10 WIB.

“Penanganan selesai pada pukul 10.10 WIB atau sekitar 1 jam 26 menit sejak pemadaman dilakukan,” kata Agung.

Meskipun tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, kebakaran menimbulkan dampak kerugian materi yang signifikan. Sejumlah fasilitas dan perlengkapan di dalam gedung dilaporkan rusak parah. Nilai kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah, meskipun angka pastinya masih dalam proses pendataan dan asesmen lebih lanjut oleh pihak terkait.

Selain kerugian materi, kebakaran ini juga berdampak pada aktivitas produksi perusahaan, yang untuk sementara harus dihentikan demi kepentingan keselamatan dan proses investigasi. Aparat terkait masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan dan keselamatan kerja, khususnya terkait instalasi listrik di lingkungan industri. Pemerintah daerah melalui Dinas Damkar Kota Bogor mengimbau perusahaan-perusahaan untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik, sistem proteksi kebakaran, serta kesiapan alat pemadam darurat guna meminimalkan risiko serupa di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews