Pegawai Fotokopi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Bratang Gede

Pegawai Fotokopi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Bratang Gede

Bagikan:

SURABAYA – Suasana pagi di kawasan Bratang Gede, Surabaya, mendadak berubah mencekam pada Kamis, (05/02/2026). Aktivitas warga dan pengguna jalan yang biasanya berlangsung normal dikejutkan oleh kabar duka seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia di tempatnya bekerja. Peristiwa tragis itu dengan cepat menyebar dari lingkungan sekitar hingga ke kawasan Jalan Ngagel Jaya dan menjadi perbincangan warga.

Korban diketahui merupakan seorang pegawai usaha fotokopi yang berlokasi di kawasan tersebut. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lantai dua bangunan tempatnya bekerja. Berdasarkan informasi awal, korban diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan seutas kabel yang dililitkan pada ventilasi kamar. Aksi tersebut diperkirakan terjadi pada dini hari, saat lingkungan sekitar masih dalam kondisi sepi.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh rekan kerja korban yang datang ke lokasi pada pagi hari. Sontak, situasi menjadi panik ketika saksi menyadari kondisi korban dan meminta pertolongan kepada warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas di sekitar bangunan.

Salah satu warga setempat, Yayuk, yang berada di lokasi saat proses evakuasi berlangsung, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut bahwa korban merupakan warga asal Ponorogo yang bekerja bersama beberapa karyawan lainnya di tempat usaha tersebut.

“Korban warga asli Ponorogo mas. Ada tiga karyawan. Yang satu lagi cuti. Nah satunya ini kaget dan teriak minta tolong,” kata Yayuk, warga sekitar yang menyaksikan proses evakuasi jenazah ditemui di lokasi.

Menurut penuturannya, peristiwa itu terjadi pada rentang waktu subuh, sekitar pukul 04.30 hingga 05.00 WIB. Pada saat itu, rekan kerja korban tiba-tiba keluar dari bangunan dan meminta bantuan kepada orang-orang di sekitar lokasi. Karena bangunan memiliki dua akses pintu, permintaan tolong disampaikan ke arah depan dan belakang bangunan secara bersamaan.

Yayuk menjelaskan, kejadian itu bermula antara pukul 04.30 hingga 05.00. Saat itu, teman korban tiba-tiba keluar tempat kerja dan meminta tolong ke pengguna jalan. Karena ada dua akses pintu, saksi meminta tolong ke depan dan belakang.

Warga yang mendengar teriakan tersebut segera merespons dengan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Tak berselang lama, aparat datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan proses evakuasi jenazah. Garis polisi sempat dipasang guna mengamankan area dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Kemungkinan subuh mas. Setelah mereka lembur. Jenazahnya barusan sudah dievakuasi petugas,” tutup dia.

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap korban belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait latar belakang peristiwa tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan rekan kerja korban. Jenazah korban telah dievakuasi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar dan rekan-rekan kerja korban. Selain menjadi perhatian aparat, kejadian tersebut juga memunculkan keprihatinan masyarakat terhadap pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental, khususnya di lingkungan kerja. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, serta adanya perhatian lebih terhadap kondisi psikologis pekerja, terutama mereka yang menjalani jam kerja panjang dan tekanan pekerjaan yang tinggi. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus