JAYAPURA – Pengamanan di Kampung Yaniruma, Papua, terus diperketat menyusul insiden penembakan terhadap pilot dan co-pilot maskapai Smart Air yang terjadi pada Rabu (11/02/2026) lalu. Aparat gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus memburu pelaku yang diduga berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Langkah ini diprioritaskan karena jalur penerbangan perintis di wilayah tersebut memiliki peran strategis sebagai akses utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di pedalaman Papua. Gangguan terhadap operasional penerbangan dinilai dapat berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar warga, termasuk pasokan bahan pangan dan layanan kesehatan.
Kasatgas Humas Satgas Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, mengatakan penguatan personel telah dilakukan sejak pascainsiden.
“Pascainsiden, Satgas Damai Cartenz menerjunkan 29 personel untuk mengamankan area sekaligus menjaga pesawat yang masih berada di lokasi sambil menunggu teknisi maskapai,” kata Yusuf dalam siaran pers yang diterima Sabtu (14/02/2026).
Menurutnya, pengamanan tidak hanya dilakukan oleh unsur Polri. Aparat dari TNI turut dilibatkan guna memperkuat stabilitas keamanan di sekitar lokasi kejadian, termasuk di area bandara yang menjadi titik vital aktivitas masyarakat.
“Selain dari Satgas Damai Cartenz, ada juga Kopasgat TNI AU dan kita sudah koordinasi dengan TNI AD untuk mengirim tambahan pasukan. Kita terus berupaya memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dari hasil investigasi awal, aparat menduga para pelaku meninggalkan lokasi tidak lama setelah melakukan penembakan. Penyisiran di sekitar bandara dan kawasan permukiman terdekat telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil signifikan terkait keberadaan kelompok tersebut.
“Hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran. Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga melarikan diri ke arah Yahukimo karena posisi bandara berbatasan langsung dengan wilayah tersebut,” ungkap Yusuf.
Wilayah Yahukimo yang berbatasan langsung dengan lokasi kejadian disebut memiliki kontur geografis yang cukup menantang. Kondisi alam berupa pegunungan dan hutan lebat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengejaran. Meski demikian, aparat memastikan operasi pencarian tetap berjalan secara terukur dengan memperhatikan keselamatan personel dan masyarakat sipil.
Selain fokus pada perburuan pelaku, aparat juga mengawal proses teknis terhadap pesawat Smart Air yang masih berada di lokasi. Pesawat tersebut menunggu penanganan teknisi sebelum dapat dipastikan kembali beroperasi. Pengamanan dilakukan secara tentatif, menyesuaikan dinamika situasi di lapangan.
Insiden ini kembali menyoroti kerentanan jalur transportasi udara perintis di sejumlah wilayah Papua. Keberadaan penerbangan perintis sangat vital karena banyak daerah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara. Gangguan keamanan berpotensi memperlambat distribusi logistik dan berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi warga.
Aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk memulihkan situasi secepat mungkin agar layanan penerbangan dapat kembali berjalan normal. Koordinasi lintas satuan terus dilakukan guna meminimalkan potensi gangguan lanjutan.
Hingga kini, aparat masih melakukan penjagaan ketat di Kampung Yaniruma sembari melanjutkan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut. []
Diyan Febriana Citra.

