Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet Diperpanjang Dua Hari

Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet Diperpanjang Dua Hari

Bagikan:

PEMALANG — Upaya pencarian terhadap seorang pendaki muda yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat dihentikan. Operasi pencarian terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang, Jawa Tengah, resmi diperpanjang selama dua hari ke depan. Keputusan ini diambil menyusul belum ditemukannya korban hingga batas waktu pencarian awal selama tujuh hari.

Sebelumnya, proses pencarian dinyatakan dihentikan pada Senin (05/01/2026) karena belum membuahkan hasil. Namun, setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi lintas instansi, pencarian kembali dibuka pada Selasa (06/01/2026) dengan cakupan wilayah yang lebih luas dan jumlah personel yang ditambah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menyampaikan bahwa keputusan memperpanjang pencarian diambil atas dasar kemanusiaan serta mempertimbangkan berbagai masukan dari tim gabungan.

“Pencarian diperpanjang dua hari,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin, Selasa (06/01/2026).

Dalam perpanjangan operasi ini, lebih dari 70 relawan diterjunkan untuk menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur pergerakan korban. Para relawan berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Basarnas, relawan SAR, komunitas pecinta alam, hingga warga sekitar kawasan Gunung Slamet.

Agus menjelaskan, area pencarian tidak lagi terfokus pada satu jalur pendakian saja, melainkan diperluas ke beberapa sektor lain yang selama ini belum terjangkau secara maksimal.

“Tentunya akan diperluas area pencariannya,” kata Agus.

Gunung Slamet sendiri merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dan memiliki karakter medan yang berat serta kompleks. Kawasan gunung ini membentang di wilayah lima kabupaten, yakni Tegal, Pemalang, Brebes, Purbalingga, dan Banyumas. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi pencarian, terutama dengan cuaca yang kerap berubah dan jarak pandang yang terbatas.

Syafiq Ridhan Ali Razan diketahui mendaki Gunung Slamet bersama seorang temannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu, 27 Desember 2025. Keduanya memulai pendakian melalui Basecamp Dipajaya, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Pendakian tersebut direncanakan menggunakan sistem tektok atau naik-turun dalam satu hari tanpa bermalam di gunung.

Rencana awal, kedua pendaki akan turun kembali pada Minggu, 28 Januari 2025. Namun, situasi berubah ketika Himawan mengalami cedera pada bagian kaki saat berada di jalur pendakian. Dalam kondisi tersebut, Syafiq memutuskan turun lebih dahulu dengan tujuan mencari pertolongan.

Sayangnya, setelah Syafiq meninggalkan rekannya, ia tidak kunjung kembali ke lokasi. Kondisi inilah yang kemudian memicu kekhawatiran dan dilaporkan kepada pihak berwenang. Pada Minggu (28/12/2025) malam, tim relawan gabungan mulai melakukan operasi pencarian terhadap kedua pendaki tersebut.

Hasil pencarian membuahkan hasil parsial ketika Himawan berhasil ditemukan di Pos 9 pada Selasa (30/12/2025). Ia kemudian dievakuasi ke basecamp dalam kondisi lemas dan mengalami cedera, namun selamat. Sementara itu, keberadaan Syafiq hingga kini masih belum diketahui.

Dalam operasi lanjutan ini, tim SAR mengedepankan strategi pencarian berbasis sektor dan pemetaan ulang medan. Selain menyisir jalur pendakian resmi, relawan juga memeriksa jalur-jalur tidak resmi yang berpotensi dilalui korban.

Pihak BPBD dan tim gabungan mengimbau para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan, melapor sebelum mendaki, serta menghindari pendakian saat kondisi fisik tidak prima atau cuaca tidak bersahabat. Peristiwa ini diharapkan menjadi pembelajaran penting bagi para pendaki dalam merencanakan aktivitas di alam bebas. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews