BALIKPAPAN – Operasi pencarian terhadap penumpang Kapal Damai Lautan Nusantara (DLN) yang dilaporkan terjun ke perairan Teluk Adang, Kabupaten Paser, berakhir setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (18/03/2026). Penemuan tersebut sekaligus menandai penghentian resmi operasi oleh tim gabungan.
Korban diketahui bernama Saiful Bakri (43), warga Desa Bunga Putih, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Jenazah korban ditemukan di perairan sekitar lokasi kejadian setelah proses penyisiran intensif oleh tim pencarian.
Komandan Search and Rescue Unit (SRU), Bongga Losong, menjelaskan bahwa operasi dimulai sejak pagi dengan pengarahan awal kepada seluruh personel. “Setibanya di lokasi pada pukul 10.00 WITA, tim langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan radius pencarian hingga dua nautical mile,” ujarnya, Rabu, (18/03/2026).
Pencarian dilakukan dengan menyisir area laut menggunakan berbagai peralatan dan dukungan lintas instansi. Sekitar satu jam setelah penyisiran dimulai, korban ditemukan pada koordinat 01°48’445” S – 116°51’449” E atau sekitar 2,45 nautical mile dari lokasi kejadian perkara (LKP).
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan segera dievakuasi menuju Pelabuhan Semayang Balikpapan untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Bongga.
Proses evakuasi dilakukan menuju Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, sebelum jenazah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Balikpapan menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Balikpapan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta instansi terkait lainnya. Seluruh proses didukung peralatan seperti rigid buoyancy boat (RBB), kendaraan operasional, perlengkapan SAR air dan selam, alat komunikasi, serta peralatan medis.
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing untuk evaluasi operasi. “Operasi SAR kami usulkan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan tetap melanjutkan kesiapsiagaan,’’ pungkasnya.
Dengan berakhirnya operasi ini, tim SAR mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran serta kewaspadaan penumpang selama berada di atas kapal guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. []
Redaksi05

