TENGGARONG — Insiden kecelakaan transportasi air kembali terjadi di alur Sungai Mahakam. Sebuah perahu kecil yang membawa tiga orang penumpang dilaporkan karam di perairan Desa Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (05/01/2026) malam. Kejadian tersebut berlangsung di sekitar perairan depan jetty PT Astiku Sakti dan menyisakan satu korban yang hingga kini belum ditemukan.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.25 Wita. Informasi awal menyebutkan bahwa perahu tersebut tengah melintas di kawasan Sungai Mahakam saat tiba-tiba mengalami gangguan hingga akhirnya tenggelam. Dari tiga orang penumpang yang berada di dalam perahu, dua orang berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara satu penumpang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian intensif.
Korban yang hilang diketahui bernama Rizki Tri Handoko, warga RT 8 Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga. Saat kejadian, korban dilaporkan mengenakan seragam kerja PT Astiku Sakti berwarna hijau dengan celana jeans biru. Identitas tersebut diperoleh dari keterangan rekan dan pihak yang berada di lokasi kejadian.
“Perahu tenggelam di Sungai Astiku, Mas Rizki masih dalam pencarian ini,” ujar salah seorang relawan melalui pesan singkat WhatsApp.
Sejak laporan diterima, upaya pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan. Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Sangasanga bersama relawan serta warga setempat menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian difokuskan di titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terakhir terlihat sebelum perahu karam.
Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi arus Sungai Mahakam yang cukup kuat serta keterbatasan penerangan di malam hari menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Meski demikian, tim penyelamat tetap berupaya melakukan penyisiran secara bertahap dengan peralatan yang tersedia, sembari menunggu dukungan tambahan apabila diperlukan.
Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan. Tim gabungan menyatakan pencarian akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran, termasuk mengikuti arah arus sungai yang memungkinkan korban terbawa menjauh dari titik awal kejadian.
Sementara itu, pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan korban selamat untuk mengetahui penyebab pasti karamnya perahu tersebut. Faktor cuaca, kondisi perahu, serta kelengkapan keselamatan menjadi beberapa aspek yang akan ditelusuri lebih lanjut.
Insiden ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas transportasi air, terutama di Sungai Mahakam yang dikenal memiliki arus deras dan menjadi jalur vital masyarakat. Aparat dan tim penyelamat mengimbau masyarakat yang menggunakan perahu atau transportasi air lainnya agar selalu memastikan kondisi kapal laik jalan, menggunakan alat keselamatan, serta memperhatikan situasi perairan sebelum beraktivitas.
Pihak terkait juga diharapkan meningkatkan pengawasan dan edukasi keselamatan guna meminimalkan risiko kecelakaan serupa di masa mendatang. []
Diyan Febriana Citra.

