BENGKULU – Seorang nelayan dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya karam diterjang badai di perairan Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu, pada Minggu (05/04/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Tim pencarian dan pertolongan gabungan langsung dikerahkan menyusul laporan insiden yang diterima tak lama setelah kejadian.
Peristiwa bermula saat dua nelayan tengah melaut untuk mencari ikan. Namun, kondisi cuaca yang mendadak memburuk, disertai ombak tinggi dan hujan lebat, membuat perahu tidak mampu bertahan hingga akhirnya tenggelam. Satu nelayan berhasil menyelamatkan diri, sementara satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Humas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu, Mega Maysilva, mengatakan laporan perahu karam diterima pada pukul 16.35 WIB, lalu tim segera diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Karamnya perahu nelayan kami terima sekitar pukul 16.35 wib. Kemudian tim diterjunkan ke lokasi,” jelasnya dikonfirmssi telepon, Minggu (05/04/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Senin (06/04/2026).
Menurut Mega, cuaca ekstrem menjadi faktor utama penyebab kecelakaan laut tersebut sekaligus tantangan dalam proses pencarian korban yang hilang.
“Kami tetap berupaya maksimal melakukan pencarian, meskipun kondisi cuaca masih hujan,” katanya.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, serta masyarakat setempat. Tim juga mengerahkan sejumlah perlengkapan pencarian, seperti peralatan SAR air, perlengkapan medis, Landing Craft Rubber (LCR), kendaraan double cabin, dan truk personel.
Dua nelayan yang berada di dalam perahu tersebut diketahui bernama Beri (62) dan Ujang Sidik (62). Beri berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian pantai, sedangkan Ujang Sidik dilaporkan hilang setelah terseret arus dan belum ditemukan hingga berita ini disusun.
Pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir area perairan sekitar Pantai Pasir Putih. Cuaca yang belum sepenuhnya membaik menjadi kendala utama, namun tim gabungan tetap berupaya memaksimalkan proses pencarian demi menemukan korban secepatnya. []
Redaksi05

