Perempuan Terjatuh dari Jembatan Suhat Malang, Diduga Percobaan Bunuh Diri

Perempuan Terjatuh dari Jembatan Suhat Malang, Diduga Percobaan Bunuh Diri

Bagikan:

MALANG — Aparat kepolisian bersama tim medis bergerak cepat menangani peristiwa dugaan percobaan bunuh diri yang terjadi di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin (19/01/2026) dini hari. Seorang mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang dilaporkan melompat dari jembatan tersebut sekitar pukul 00.30 WIB. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, korban berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan intensif.

Korban diketahui berinisial TA (25), seorang mahasiswa perempuan asal Jakarta. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban tidak meninggal dunia, namun mengalami sejumlah luka akibat benturan, termasuk dugaan patah tulang di bagian tangan kanan. Saat ini, korban dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, informasi pertama diterima dari seorang pengguna jalan yang melintas di Jembatan Suhat dan menyaksikan langsung peristiwa itu.

“Saksi saat itu sedang melintas di jembatan Suhat, ia melihat seseorang yang menjatuhkan diri dari atas jembatan. Kemudian saksi melihat ke bawah jembatan, dan benar ia mengetahui ada orang yang terjatuh,” kata Anang saat dikonfirmasi, Senin (19/01/2026).

Menyadari kondisi darurat tersebut, saksi segera melapor ke pihak berwajib. Petugas kepolisian bersama relawan dan tim medis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses penyelamatan dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi medan di bawah jembatan dan risiko cedera yang dialami korban.

“Saat dilakukan pengecekan, korban dinyatakan masih hidup dan dari relawan tim medis mengecek kondisi tubuh korban diperkirakan mengalami korban luka patah tulang di bagian tangan kanan,” jelas Anang.

Usai dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSSA Kota Malang untuk mendapatkan penanganan intensif. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan rumah sakit serta berupaya menghubungi keluarga korban yang berada di Jakarta agar segera mendapatkan informasi terkait kondisi korban.

“Saat ini korban masih dirawat IGD RSSA. Petugas juga berusaha mencari atau menghubungi keluarga korban yang berada di Jakarta,” pungkas Anang.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan dan kepedulian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan mahasiswa. Jembatan Soekarno Hatta sendiri sebelumnya pernah menjadi lokasi kejadian serupa. Pada Jumat, 28 November 2025, seorang mahasiswa semester akhir di salah satu PTN di Kota Malang meninggal dunia setelah terjun dari jembatan yang sama. Dalam kasus tersebut, polisi menduga tekanan akademik, khususnya beban penyelesaian skripsi, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi psikologis korban.

Menanggapi kejadian berulang, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama jika melihat tanda-tanda seseorang mengalami tekanan psikologis. Dukungan keluarga, teman, serta akses terhadap layanan kesehatan jiwa dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews