BOGOR – Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan kereta api dan kendaraan roda empat terjadi di perlintasan rel Desa Gintung, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (13/03/2026) malam. Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil pikap yang tertabrak rangkaian KRL Commuter Line Jabodetabek dengan rute menuju Rangkasbitung.
Benturan keras menyebabkan mobil pikap mengalami kerusakan sangat parah hingga nyaris terbelah dua. Kendaraan itu bahkan terseret kereta hingga belasan meter dari titik awal tabrakan di perlintasan sebidang tersebut.
Peristiwa bermula ketika mobil pikap yang mengangkut empat orang penumpang berusaha melintas di jalur rel meski palang pintu perlintasan sudah dalam kondisi tertutup. Tindakan pengemudi yang tetap memaksa melintas akhirnya berujung pada kecelakaan dengan kereta yang saat itu tengah melaju.
Dalam kejadian tersebut, tiga penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum tabrakan terjadi. Mereka dilaporkan melompat keluar dari kendaraan beberapa saat sebelum kereta menghantam mobil.
Namun, pengemudi kendaraan tidak sempat keluar dari mobil sehingga terjebak di dalam kabin saat benturan terjadi. Akibatnya, pengemudi mengalami luka berat setelah kendaraan yang dikemudikannya terseret kereta.
Korban kemudian dievakuasi oleh warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi kejadian. Setelah berhasil dikeluarkan dari kendaraan yang ringsek, korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Penjaga palang pintu perlintasan kereta api di lokasi kejadian, Adam, mengatakan bahwa sebelum kecelakaan terjadi dirinya telah menutup portal pengaman serta mencoba mencegah kendaraan melintas.
“Sudah saya bantu tahan, portal sudah ditutup tapi mobil maksa masuk pelintasan,” ujarnya.
Adam menjelaskan bahwa kereta yang terlibat dalam kecelakaan tersebut datang dari arah Parungpanjang menuju Rangkasbitung. Saat itu, mobil pikap yang berada di perlintasan membawa empat orang penumpang.
“Kereta dari arah Parung Panjang menuju ke Rangkasbitung. Di mobil ada empat orang, ibu sama anak langsung loncat, tapi bapaknya tidak sempat loncat dan terluka,” katanya.
Benturan yang terjadi membuat kondisi mobil pikap hancur parah. Bagian kendaraan tampak ringsek dan tidak lagi berbentuk setelah terseret cukup jauh dari titik tabrakan.
Akibat kecelakaan tersebut, perjalanan kereta sempat mengalami gangguan. Proses evakuasi kendaraan dari jalur rel memerlukan waktu cukup lama karena kondisi mobil yang rusak berat.
Petugas bersama warga harus bekerja keras untuk menyingkirkan bangkai kendaraan dari rel agar jalur kereta dapat kembali digunakan. Proses tersebut menyebabkan perjalanan kereta di lintasan itu tertunda lebih dari dua jam.
Setelah upaya evakuasi selesai, jalur rel akhirnya dapat kembali dilalui oleh rangkaian kereta. Operasional perjalanan kereta pun berangsur normal.
Sementara itu, bangkai mobil pikap yang mengalami kerusakan berat rencananya akan diderek oleh petugas dari Polres Bogor untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi guna mengetahui secara pasti kronologi kejadian.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya disiplin pengendara saat melintas di perlintasan kereta api. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas serta palang pintu yang telah ditutup dinilai sangat penting untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang. []
Diyan Febriana Citra.

