BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur sukses menggelar Operasi Pekat Mahakam 2026 yang berlangsung sejak 18 Februari hingga 10 Maret 2026. Operasi yang digelar selama 21 hari ini menunjukkan komitmen tegas aparat kepolisian dalam menjaga wilayah tetap kondusif, terutama selama bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim, Kombes Pol. Jamaluddin Farti, menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan membersihkan Bumi Etam dari berbagai kejahatan, mulai dari kriminal jalanan, perjudian, hingga premanisme.

“Operasi ini adalah langkah tegas kepolisian untuk menindak penyakit masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang mencoba mengganggu ketenangan warga selama Ramadan,” ujarnya, didampingi Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol. Yulianto, Kamis (12/03/2026).
Selama operasi, Polda Kaltim berhasil mengungkap 303 tersangka dari berbagai kasus kriminal. Barang bukti yang disita mencapai 5.122 item, termasuk senjata tajam dan barang bukti perjudian. Secara rinci, fungsi reserse menangani 149 kasus yang terdiri atas 77 kasus pencurian, 55 kasus penyalahgunaan senjata tajam, 9 kasus perjudian, 5 kasus premanisme, dan 3 kasus pemerasan.
Selain tindak pidana berat, polisi juga menindak pelanggaran ringan (tipiring) yang mengganggu ketertiban umum. Dari 123 kasus tipiring, mayoritas berupa 120 kasus peredaran minuman keras ilegal dan 3 kasus juru parkir liar.
Kombes Pol. Jamaluddin menambahkan, secara keseluruhan, Polda Kaltim bersama polres dan polresta jajaran telah memenuhi target operasi yang ditentukan. Sinergi antara Polda Kaltim dan jajaran polres/polresta membuahkan hasil 272 kasus berhasil diungkap dengan total barang bukti mencapai 5.122 item. Ia juga mencatat bahwa hasil operasi Pekat Mahakam 2026 meningkat dibandingkan tahun 2025, baik dari jumlah tersangka maupun kasus yang berhasil diungkap.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti keseriusan Polda Kaltim dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri. Jamaluddin menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus menindak tegas setiap bentuk gangguan keamanan yang meresahkan warga. []
Penulis: Swandy Syahputra. S | Penyunting: Agnes Wiguna

