KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali posisi strategis petani dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sekaligus dalam pembangunan nasional saat ini. Dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (07/01/2026), Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani yang dinilainya menjadi fondasi utama kemerdekaan dan kedaulatan negara.
Menurut Prabowo, kontribusi petani tidak hanya relevan pada masa kini, tetapi telah terbukti sejak era perjuangan kemerdekaan. Ia menilai bahwa keberhasilan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan tidak dapat dilepaskan dari peran rakyat kecil, khususnya para petani, yang menopang logistik perjuangan.
“Siapa yang mendukung perang kemerdekaan? Adalah rakyat Indonesia yang memberi makan kepada tentara, yaitu para petani Indonesia. Kita tidak akan merdeka tanpa jasa para petani kita,” ujar Prabowo, Rabu (07/01/2026).
Presiden menjelaskan bahwa pada masa awal kemerdekaan, negara belum memiliki sistem keuangan yang mapan. Anggaran negara, kementerian, hingga mekanisme pajak belum terbentuk secara resmi. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan pangan para pejuang dan tentara sepenuhnya bergantung pada hasil kerja petani di berbagai daerah.
“Ketika kita menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, belum ada Kementerian Keuangan, belum ada pajak. Yang memberi makan kepada tentara adalah rakyat Indonesia, yaitu para petani Indonesia,” ujar Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo mengaitkan peran historis petani dengan capaian strategis bangsa di masa sekarang. Ia menyebut keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 2025 sebagai bukti nyata bahwa sektor pertanian tetap menjadi penopang utama kemandirian nasional. Menurutnya, swasembada pangan bukan sekadar capaian teknis, melainkan syarat mutlak bagi sebuah negara yang berdaulat.
“Tidak mungkin suatu bangsa benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya bergantung pada bangsa lain,” ujar Prabowo.
Dalam pandangan Presiden, keberhasilan swasembada beras merupakan hasil kerja kolektif para petani, pemerintah, serta seluruh elemen bangsa yang terlibat dalam rantai produksi pangan nasional. Ia menilai capaian tersebut harus dijaga secara berkelanjutan agar Indonesia tidak kembali bergantung pada impor pangan.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melindungi dan membela kepentingan petani. Ia menyebut petani sebagai kelompok yang paling konsisten menjaga nilai kebangsaan dan nasionalisme di tengah berbagai tantangan ekonomi dan politik.
“Para petanilah yang paling setia dan yang paling merah putih di Republik Indonesia,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas strategis, baik dalam konteks sejarah, ketahanan nasional, maupun pembangunan jangka panjang. Prabowo juga mengisyaratkan bahwa keberpihakan kepada petani akan terus diwujudkan melalui kebijakan yang menjamin kesejahteraan, perlindungan produksi, dan keberlanjutan pertanian nasional.
Acara panen raya di Karawang itu tidak hanya menjadi simbol keberhasilan swasembada beras, tetapi juga momentum refleksi atas peran petani sebagai pilar utama kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia, dari masa perjuangan hingga era pembangunan modern. []
Diyan Febriana Citra.

