Raffi Ahmad Sampaikan Pesan Prabowo untuk Korban Longsor Cisarua

Raffi Ahmad Sampaikan Pesan Prabowo untuk Korban Longsor Cisarua

Bagikan:

BANDUNG BARAT – Penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Melalui Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan empati dan dukungan langsung kepada para korban terdampak bencana.

Kehadiran Raffi Ahmad di lokasi longsor tidak hanya membawa simbol kepedulian pemerintah pusat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat. Didampingi istrinya, Nagita Slavina, Raffi menyampaikan salam langsung dari Presiden kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Untuk warga Bandung Barat yang terkena musibah, salam dari Pak Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah turut berduka cita dan berharap masyarakat tetap kuat serta semangat,” ujar Raffi Ahmad, Sabtu (31/01/2026).

Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada aspek darurat, tetapi juga pada proses pemulihan jangka menengah dan panjang. Raffi menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari mandat Presiden agar seluruh unsur pemerintahan, baik pusat maupun daerah, bergerak secara terpadu dalam membantu masyarakat terdampak.

“Pesan Pak Presiden jelas, dalam kondisi seperti ini pemerintah harus hadir bersama. Ini bukan hanya satu daerah, tetapi seluruh unsur bergerak membantu masyarakat,” ujarnya.

Raffi juga mengungkapkan bahwa saat peristiwa longsor terjadi, dirinya tengah menjalankan ibadah umrah. Meski berada di luar negeri, komunikasi tetap dilakukan secara intensif dengan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, untuk memastikan langkah penanganan awal berjalan cepat dan terkoordinasi.

“Saat mendapat kabar dari Kang Jeje, saya langsung berkomunikasi agar penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi,” katanya.

Upaya penanganan bencana ini tidak hanya mengandalkan satu institusi. Raffi menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Ia menyebut bahwa koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah instansi strategis, termasuk Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Saya sudah berkomunikasi dengan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Semuanya kompak, termasuk penyiapan hunian sementara. Insya Allah, pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” katanya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana longsor di Cisarua tidak hanya berhenti pada tahap evakuasi dan bantuan darurat, tetapi juga diarahkan pada solusi jangka panjang, seperti penyediaan hunian sementara, pemulihan infrastruktur, serta pendampingan sosial bagi warga terdampak.

Raffi menegaskan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat korban longsor, baik dalam fase tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga dalam bentuk kepastian penanganan dan keberlanjutan program pemulihan.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit, kembali menjalani aktivitas sosial dan ekonomi secara normal, serta memperoleh jaminan perlindungan dan pemulihan yang berkelanjutan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews