SAMARINDA – Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan bus pariwisata terjadi di Kota Samarinda pada Senin (09/03/2026) pagi. Insiden tersebut berlangsung di Jalan Pangeran Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, sekitar pukul 09.00 WITA. Bus milik perusahaan otobus (PO) Goraya dengan nomor polisi H 7052 UA mengalami kecelakaan setelah diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kendaraan besar itu menabrak tiang listrik serta median taman yang berada di tengah jalan. Benturan keras menyebabkan bagian depan bus mengalami kerusakan cukup signifikan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena bus sedang tidak membawa penumpang.
Bus tersebut dikemudikan oleh Hafid, yang saat kejadian tengah mengendarai kendaraan dari arah Samarinda Seberang menuju kawasan Sungai Kunjang. Berdasarkan keterangannya, bus baru saja selesai mengisi bahan bakar solar sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi parkir di area Masjid Daruni’mah.
Rencananya, kendaraan itu akan diparkir sambil menunggu kemungkinan adanya pesanan penyewaan bus. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi parkir tersebut, Hafid mulai merasakan adanya gangguan teknis pada kendaraan yang ia kemudikan.
Ia mengaku masalah mulai terasa setelah bus meninggalkan lokasi pengisian bahan bakar. Kondisi kendaraan disebut tidak normal karena sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Dari seberang sudah terasa ada yang tidak beres. Remnya blong, kopling juga tidak bisa difungsikan, jadi tidak bisa netral,” ujar Hafid di lokasi kejadian.
Meskipun menghadapi kondisi darurat, Hafid berupaya tetap mengendalikan bus agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya. Ia bahkan masih sempat melintasi Jembatan Mahakam I sambil berusaha mencari cara untuk menghentikan kendaraan dengan aman.
Dalam situasi tersebut, Hafid juga sempat menghubungi rekannya melalui telepon untuk meminta bantuan apabila bus harus dihentikan secara darurat. Ia berharap rekannya dapat membantu mengganjal ban kendaraan agar tidak terus melaju.
Kondisi semakin menegangkan ketika bus mendekati kawasan bawah jembatan yang berada di dekat lampu lalu lintas. Saat itu, arus kendaraan di jalan tersebut cukup ramai, sehingga memperbesar risiko kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan lain.
Melihat situasi tersebut, Hafid mengambil keputusan cepat dengan mengarahkan kendaraan ke sisi kiri jalan. Tindakan itu dilakukan sebagai upaya menghindari tabrakan dengan kendaraan lain yang berada di depannya.
Manuver tersebut membuat bus akhirnya menabrak tiang listrik dan median taman yang berada di pinggir jalan. Benturan keras tidak dapat dihindari dan menyebabkan kerusakan pada bagian depan kendaraan.
Akibat insiden tersebut, Hafid mengalami luka-luka. Ia kemudian segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Rumah Sakit Hermina Samarinda untuk menjalani perawatan medis.
Kepala Unit Turjawali Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda, IPTU Ismail Marzuki, membenarkan kejadian kecelakaan tunggal tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena bus dalam kondisi kosong saat kecelakaan terjadi.
“Korban jiwa nihil karena bus dalam keadaan kosong. Hanya sopir yang berada di dalam kendaraan dan mengalami luka,” jelas IPTU Ismail.
Peristiwa kecelakaan tersebut sempat menimbulkan dampak kemacetan di ruas Jalan Untung Suropati. Arus kendaraan yang melintas di kawasan itu sempat tersendat karena posisi bus yang menghalangi sebagian badan jalan.
Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Sejumlah personel diterjunkan guna mengatur arus kendaraan sekaligus membantu proses evakuasi bus yang mengalami kecelakaan.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga berupaya mempercepat proses pemindahan kendaraan dari lokasi kejadian agar jalur utama kembali dapat dilalui secara normal oleh pengguna jalan.
Hingga beberapa waktu setelah kejadian, kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi masih terlihat. Aparat kepolisian terus melakukan pengaturan arus kendaraan agar kondisi lalu lintas dapat kembali lancar. []
Diyan Febriana Citra.

