Remaja di Buleleng Jadi Korban Pemerkosaan Saat Sendirian di Rumah

Remaja di Buleleng Jadi Korban Pemerkosaan Saat Sendirian di Rumah

Bagikan:

BULELENG – Aparat kepolisian tengah menyelidiki dugaan tindak kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja perempuan di wilayah Kabupaten Buleleng. Peristiwa tersebut diduga terjadi ketika korban berada seorang diri di rumahnya pada dini hari.

Kasus ini kini dalam penanganan Polres Buleleng yang sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Polisi juga terus mengumpulkan sejumlah keterangan dan bukti guna memperjelas kronologi kejadian.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan bahwa saat peristiwa itu terjadi, kondisi rumah korban sedang sepi karena anggota keluarga lainnya berada di luar rumah.

“Saat kejadian, keluarga korban diketahui sedang berada di rumah sakit sehingga rumah dalam kondisi sepi,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (12/03/2026).

Menurut keterangan awal yang diperoleh penyidik dari korban, kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (10/03/2026) sekitar pukul 03.00 WITA. Pada waktu itu korban berada sendirian di rumah.

Pelaku diduga masuk ke dalam rumah setelah membobol pintu. Setelah berhasil masuk, pelaku menuju kamar tempat korban berada. Situasi yang sepi dan gelap diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Setelah berada di dalam kamar, pelaku mematikan lampu. Korban yang berada dalam kondisi terkejut tidak sempat melakukan perlawanan karena pelaku mengancam akan melukai bahkan membunuh korban jika berteriak meminta pertolongan.

Ancaman tersebut membuat korban tidak berani melakukan perlawanan. Pelaku kemudian melancarkan aksi kekerasan seksual terhadap korban sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

Sebelum pergi, pelaku sempat menanyakan kepada korban apakah dirinya dikenali atau tidak. Setelah memastikan identitasnya tidak diketahui oleh korban, pelaku kemudian melarikan diri dari rumah tersebut.

Peristiwa ini baru diketahui keluarga setelah mereka kembali ke rumah. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar kasusnya dapat ditindaklanjuti.

Polisi saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain memeriksa korban, mengumpulkan informasi dari lingkungan sekitar, serta mencari kemungkinan saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

“Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini dengan mengumpulkan keterangan dan bukti yang ada untuk mengungkap pelaku,” katanya.

Selain melakukan penyelidikan, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan sekitar, khususnya yang menyasar anak dan remaja.

Polisi juga mengajak pihak sekolah serta orang tua untuk lebih aktif memberikan pengawasan dan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri.

“Untuk penyidikan sudah dilakukan secara profesional sedangkan tindakan pencegahan kami sudah sosialisasi ke sekolah-sekolah dan kami tidak bosan-bosannya mengimbau kepada orang tua agar selalu menjaga anak-anaknya,” sambungnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus memburu pelaku yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melaporkannya kepada pihak berwajib guna membantu proses pengungkapan kasus. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus