Ribuan Warga Padati BSCC Dome Saksikan Wayang Kulit Polri

Ribuan Warga Padati BSCC Dome Saksikan Wayang Kulit Polri

Bagikan:

BALIKPAPAN — Ribuan warga memadati halaman BSCC Dome, Kota Balikpapan, pada Jumat malam, (13/02/2026) hingga Sabtu dini hari, (14/02/2026). Kehadiran mereka untuk menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit Polri untuk masyarakat yang diselenggarakan oleh Polda Kalimantan Timur. Antusiasme tinggi terlihat sejak sebelum acara dimulai, ketika area sekitar lokasi pertunjukan telah dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan.

Pagelaran tersebut menghadirkan dalang kondang Tanah Air, Ki Muhammad Pamungkas Prasetyo Bayu Aji, bersama sinden asal Kediri yang dikenal luas, Niken Salindry. Pertunjukan mengusung lakon “Semar Mbangun Kahyangan”, yang menggambarkan tekad Semar membangun kahyangan sebagai simbol pembenahan jiwa, mental, dan moral para pemimpin Pandawa agar kembali mengutamakan kesejahteraan rakyat, bukan kekuasaan semata.

Kegiatan budaya ini dinilai berhasil menghadirkan ruang pelestarian kearifan lokal Nusantara di Bumi Etam. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Sri Paduka Sultan H. Adji Muhammad Arifin, Sultan Paser YM Sultan Aji Muhammad Jarnawi, Sultan Sabaliung Datu Amir, Sultan Gunung Tabur PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun, serta Kepala Stasiun RRI Samarinda Sitisaras Wulan Wula. Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan dukungan lintas budaya terhadap upaya pelestarian tradisi.

Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Timur juga tampak hadir, seperti Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, pimpinan DPRD Kaltim, serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Kapolda Kaltim, Endar Priantoro, terlihat mengenakan busana adat Jawa dan didampingi sejumlah undangan dengan motif serupa, menambah nuansa kultural dalam acara tersebut.

Salah satu Ketua RT 25 Kelurahan Gunung Bahagia yang juga tergabung dalam Paguyuban Joyoboyo Kediri, Dwi Ki Pulonggono, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat bagus karena warga Jawa yang berada di luar Pulau Jawa dapat menyaksikan langsung pagelaran ini sehingga mengobati kerinduan terhadap kampung halaman. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” ujarnya.

Selama pertunjukan semalam suntuk, masyarakat tampak betah menikmati suasana. Panitia menyediakan berbagai jajanan tradisional secara gratis, seperti tempe mendoan, aneka rebusan, wedang jahe, dan kopi hangat. Kehadiran bintang tamu seperti Bagyo Gareng Semarang, Ciblek Banyumas, Bagong, serta para sinden muda semakin menyemarakkan suasana hingga dini hari.

Tak hanya suguhan seni, panitia juga membagikan berbagai doorprize di sela acara. Hadiah yang disediakan antara lain lima unit sepeda motor, sepeda, telepon genggam, televisi, berbagai peralatan elektronik, serta ratusan voucher belanja. Antusiasme penonton semakin meningkat ketika diumumkan hadiah utama berupa dua paket umrah gratis. Secara pribadi, Kapolda Kaltim bahkan menambahkan dua paket umrah gratis lainnya.

Pagelaran ini menjadi bukti kuatnya persatuan masyarakat Kalimantan Timur melalui pendekatan budaya. Selain hiburan, kegiatan tersebut juga memuat pesan moral tentang pentingnya menjaga nilai kemanusiaan, keadilan, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap masyarakat lemah.

Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim mengajak masyarakat menghilangkan frustasi bersama serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif sehingga program pembangunan dapat berjalan baik. Ia juga menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa. “Pertunjukan wayang kulit ini sebenarnya bisa memberikan nilai filosofi yang baik untuk semuanya pada masa-masa saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lakon Semar Mbangun Kahyangan sarat nilai positif, mulai dari keadilan, kemanusiaan, hingga sikap mengutamakan kepentingan rakyat banyak dan melindungi masyarakat lemah. “Nilai-nilai tersebut harus terus kita jaga bersama,” pungkasnya. []

Penulis: Swandy Syahputra | Penyunting: Agnes W.

Bagikan:
Berita Daerah