SAMARINDA – Perluasan ekosistem olahraga mahasiswa nasional mulai bergerak ke luar Pulau Jawa. Ajang kompetisi antarmahasiswa Campus League secara resmi memasukkan Kalimantan sebagai bagian dari wilayah penyelenggaraan pada musim perdananya atau Season 1 tahun 2026. Kota Samarinda ditetapkan sebagai tuan rumah, sekaligus mencatatkan diri sebagai satu-satunya kota di luar Jawa yang masuk dalam kalender resmi kompetisi tersebut.
Dalam penyelenggaraan perdananya, Campus League 2026 akan digelar di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Samarinda. Kehadiran Samarinda dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas distribusi kompetisi olahraga kampus yang selama ini lebih terpusat di wilayah Jawa.
Langkah ini menandai perubahan pendekatan penyelenggaraan olahraga mahasiswa, dari model sentralistik menjadi lebih inklusif dan merata secara geografis. Perluasan wilayah dianggap penting untuk membuka akses kompetisi yang lebih luas bagi mahasiswa di daerah, khususnya di kawasan Kalimantan yang selama ini relatif minim kompetisi olahraga kampus berskala nasional.
Pada Season 1, Campus League mempertandingkan tiga cabang olahraga utama, yaitu bola basket, bulu tangkis, dan futsal. Seluruh cabang tersebut dijadwalkan berlangsung di Samarinda, dengan cabang basket menjadi pembuka musim yang direncanakan pada April 2026.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menjelaskan bahwa ekspansi wilayah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang penyelenggara untuk membangun sistem kompetisi mahasiswa yang berkelanjutan dan inklusif secara nasional.
“Jika kompetisi hanya terpusat di Jawa, tentu ada keterbatasan akses, baik dari sisi biaya perjalanan maupun kesempatan bertanding. Karena itu, sejak musim pertama kami mencoba memperluas jangkauan,” ujar Ryan di Samarinda, Kamis (29/01/2026).
Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki potensi atlet mahasiswa yang besar di berbagai cabang olahraga, tetapi belum sepenuhnya terwadahi melalui kompetisi rutin yang terstruktur. Oleh karena itu, penetapan Samarinda sebagai tuan rumah tidak hanya dimaknai sebagai lokasi penyelenggaraan, tetapi juga sebagai pintu masuk pembinaan atlet mahasiswa di kawasan Kalimantan secara lebih sistematis.
Penunjukan Samarinda juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bayan Group melalui program Bayan Peduli, yang ikut terlibat dalam mendukung pelaksanaan rangkaian pra-musim Campus League di Kalimantan Timur.
Sebagai bagian dari tahap awal, kehadiran Campus League di Samarinda ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Campus Connection, yang merupakan rangkaian pra-musim bagi kota debutan. Program ini sebelumnya telah digelar di sejumlah kota di Pulau Jawa pada Season 0 tahun 2025 sebagai tahap perkenalan konsep kompetisi.
Campus Connection di Samarinda diikuti sekitar 30 mahasiswa dari 12 perguruan tinggi di Kalimantan Timur, termasuk peserta dari luar kota seperti Balikpapan. Kegiatan ini menjadi forum pertemuan antara penyelenggara, perwakilan kampus, komunitas mahasiswa, serta pemangku kepentingan olahraga daerah.
Melalui forum tersebut, penyelenggara memaparkan arah pengembangan Campus League, konsep kompetisi, serta membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan kampus-kampus di wilayah Kalimantan. Model komunikasi ini diharapkan dapat membangun rasa kepemilikan bersama terhadap kompetisi.
Ryan menegaskan bahwa orientasi Campus League tidak semata-mata pada prestasi olahraga, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
“Olahraga kampus adalah ruang belajar dan bertumbuh bagi mahasiswa, baik secara akademik maupun nonakademik,” pungkasnya.
Dengan masuknya Samarinda dalam kalender resmi, Campus League tidak hanya memperluas peta kompetisi olahraga mahasiswa, tetapi juga menandai dimulainya integrasi Kalimantan dalam sistem pembinaan olahraga kampus nasional yang lebih merata dan berkelanjutan. []
Diyan Febriana Citra.

