BOGOR – Aksi pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan kembali terjadi di Kabupaten Bogor. Kali ini, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karadenan 01 di Kecamatan Cibinong menjadi sasaran kawanan pencuri yang diduga telah mempersiapkan aksinya secara matang. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi pihak sekolah, dengan total nilai kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat hilangnya berbagai perangkat elektronik penunjang kegiatan belajar-mengajar.
Peristiwa pembobolan itu diketahui pada Senin (16/02/2026) dan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor segera mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti yang ditinggalkan pelaku.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya upaya perusakan yang disengaja pada sejumlah akses masuk sekolah. Para pelaku diduga menggunakan cairan berbahan kimia untuk merusak gembok pada beberapa titik strategis, mulai dari gerbang utama hingga pintu ruang guru dan ruang komputer.
“Karena di area pintu gerbang depan pintu, gerbang dekat lapangan olahraga dan di depan pintu ruang guru ditemukan gembok yang rusak dan beberapa serpihan isian dari gembok,” kata Anggi dalam keterangannya, Selasa (17/02/2026).
Kerusakan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa pelaku memiliki pengetahuan atau pengalaman dalam membobol sistem pengamanan tanpa menimbulkan suara keras yang dapat menarik perhatian warga sekitar. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pencurian dilakukan oleh lebih dari satu orang.
Hal tersebut diperkuat dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik sekolah. Dalam rekaman itu, terlihat beberapa orang masuk ke area sekolah dengan mengenakan penutup wajah untuk menghindari identifikasi. Mereka tampak leluasa mengangkut berbagai barang berharga dari dalam ruang kelas dan fasilitas penunjang pendidikan.
Adapun barang-barang yang berhasil dibawa kabur cukup signifikan jumlahnya. Pihak kepolisian mencatat sedikitnya 24 unit komputer, 60 unit tablet, perangkat sound system, infocus, tabung gas, hingga peralatan dapur seperti magicom raib dari sekolah tersebut. Hilangnya fasilitas tersebut tentu berdampak langsung terhadap proses pembelajaran siswa, terutama dalam pelaksanaan kegiatan berbasis teknologi.
“Kami masih melakukan mengumpulkan keterangan dan lainnya,” ujar Anggi terkait perkembangan penanganan kasus ini.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Bogor masih mendalami keterangan sejumlah saksi, termasuk penjaga sekolah dan warga sekitar. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan aksi pencurian serupa yang sebelumnya terjadi di sejumlah sekolah di wilayah lain.
Kasus pembobolan SDN Karadenan 01 ini kembali menjadi peringatan serius akan pentingnya peningkatan sistem keamanan di lingkungan sekolah, khususnya pada malam hari atau saat tidak ada aktivitas belajar. Pihak kepolisian mengimbau pengelola sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan bekerja sama dengan aparat setempat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. []
Diyan Febriana Citra.

