Sembilan Rumah di Samarinda Seberang Hangus Dilalap Api

Sembilan Rumah di Samarinda Seberang Hangus Dilalap Api

Bagikan:

SAMARINDA — Musibah kebakaran kembali menguji kesiapsiagaan warga dan aparat di kawasan permukiman padat Kota Samarinda. Sembilan rumah warga di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Abu Bakar RT 01, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang, ludes dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (08/01/2026) dini hari sekitar pukul 02.20 Wita. Insiden ini menyisakan kerugian materi dan meninggalkan trauma bagi warga yang terdampak, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain karena mayoritas rumah di kawasan tersebut berbahan dasar kayu. Kondisi ini membuat kobaran api sulit dikendalikan dalam waktu singkat, terlebih lokasi kejadian berada di gang sempit yang menyulitkan pergerakan armada pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, menjelaskan bahwa karakteristik bangunan dan akses jalan menjadi tantangan utama petugas di lapangan.

“Kendalanya itu jalan sempit, kemudian rumahnya semua kayu, jadi api cepat menjalar,” ujar Hendra.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda segera mengerahkan kekuatan maksimal. Sebanyak empat posko pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, dengan dukungan para relawan yang turut membantu proses penanganan kebakaran. Kehadiran relawan menjadi faktor penting dalam mempercepat suplai air dan membantu evakuasi di tengah keterbatasan akses kendaraan besar.

“Kami turunkan empat posko dibantu relawan. Alhamdulillah hujan, sehingga rawa-rawa di sekitar penuh air dan bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Hujan yang mengguyur kawasan Samarinda Seberang pada waktu kejadian turut membantu upaya pemadaman. Air dari genangan rawa di sekitar lokasi dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif, mengingat mobil pemadam tidak dapat masuk hingga titik terdekat dengan sumber api. Para relawan juga menggunakan mesin pompa portable untuk mengalirkan air ke area kebakaran.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Selama proses tersebut, petugas juga melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Meski sembilan rumah hangus terbakar, Hendra memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. “Korban nihil. Karena subuh, warga juga tidak padat,” kata Hendra. Sebagian besar warga berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah api mulai membesar, sementara beberapa rumah dalam kondisi kosong saat kejadian.

Terkait penyebab kebakaran, pihak pemadam kebakaran menyatakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan awal menyebutkan api berasal dari salah satu rumah kosong yang ditinggal penghuninya sejak sehari sebelumnya. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih mendalam dari petugas terkait.

Akibat kebakaran ini, sedikitnya sebelas kepala keluarga terdampak dan harus kehilangan tempat tinggal. Saat ini, data kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Pemerintah setempat bersama unsur terkait diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat serta melakukan langkah pemulihan bagi warga terdampak, sembari mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat berbahan kayu. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews