Setahun Menjabat, Rudy Mas’ud Klaim Lompatan Pembangunan Signifikan

Setahun Menjabat, Rudy Mas’ud Klaim Lompatan Pembangunan Signifikan

Bagikan:

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan capaian satu tahun kepemimpinan dengan menuntaskan pembangunan Jembatan Nibung yang selama empat periode sebelumnya tak kunjung rampung. Penyelesaian proyek tersebut menjadi bagian dari evaluasi percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan gratis, serta penguatan wilayah tertinggal.

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa dalam masa satu tahun kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berhasil menuntaskan pembangunan Jembatan Nibung yang sebelumnya tak kunjung rampung selama empat periode gubernur, hal itu disampaikan saat diwawancarai di Gedung B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Senin (23/02/2026) siang, terkait percepatan infrastruktur, pendidikan gratis, serta pembangunan daerah tertinggal selama satu tahun menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur.

Ia menjelaskan bahwa akan melakukan peresmian Jembatan Nibung yang semula dijadwalkan pada 25 Februari dimajukan menjadi 24 Februari di kawasan Nibung sebagai bentuk percepatan pelayanan kepada masyarakat. “Insya Allah, tadinya jadwalnya adalah tanggal 25, tapi kita akan majukan rencana besok tanggal 24 di Nibung,” ujarnya saat ditemui seusai rapat paripurna.

Gubernur memaparkan capaian pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari evaluasi kinerja pemerintah provinsi, khususnya perbandingan progres tahun 2024 dan 2025 sejak dirinya mulai menjabat pada 1 Maret 2025. “Pencapaian pembangunan infrastruktur di tahun 2024, kita hanya bisa membangun jalan sepanjang 4 km di tahun 2025, pada saat kami masuk di pertengahan tepatnya kami masuk tanggal 1 Maret kita bisa membangun jembatan sepanjang hampir 25 km, tepatnya 24 km sekian-sekian untuk jalan barunya,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap program Gratis Pol di tengah keterbatasan anggaran yang menurun dari sekitar Rp21 triliun pada 2025 menjadi Rp14,25 triliun pada tahun berjalan. “Kami tetap punya komitmen untuk memberikan gratis pol berkaitan pendidikan, pendidikan ini adalah satu-satunya yang bisa memutuskan rantai kemiskinan dan kebodohan adalah melalui jalur pendidikan,” tegasnya.

Dalam penjabaran lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebanyak hampir 159 ribu mahasiswa Kalimantan Timur telah disiapkan dukungan anggaran sebesar Rp1,37 triliun untuk menjamin akses pendidikan dari jenjang S1 hingga S3 sebagai langkah konkret peningkatan sumber daya manusia. “Sebanyak 158 ribu mahasiswa Kalimantan Timur, hampir 159 ribu, kita siapkan anggaran sebanyak 1,37 triliun agar mereka semuanya bisa sekolah mulai dari S1 sampai dengan S3,” katanya.

Ia menambahkan bahwa apabila dalam proses rasionalisasi anggaran terdapat dana yang tidak terserap optimal, maka dana tersebut akan dialihkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan berupa gedung sekolah guna menjawab kebutuhan riil di lapangan. “Dan mungkin dananya yang kita siapkan mungkin lebih daripada cukup, nanti kalau kita rasionalisasikan lagi, kalau memang ternyata tidak terpakai, kami akan pergunakan untuk kegiatan-kegiatan adalah gedung-gedung sekolah,” tambahnya.

Gubernur mengungkapkan rencana pembangunan tiga hingga empat gedung sekolah baru. “Gedung sekolah tahun ini mudah-mudahan tidak ada halangan, mungkin ada 3 gedung atau 3-4 gedung sekolah yang kita bangun, baik yang ada di Balikpapan yang hari ini kekurangan gedung sekolah di sana kurangnya lebih kurang 48% yang ada di Balikpapan, dan sisanya yang ada di Berau, Berau juga kita akan bangun tahun ini,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rencana lanjutan pembangunan jembatan Manor Bulan sebagai bagian dari konektivitas wilayah, meskipun realisasinya masih menunggu kesiapan anggaran. Lebih jauh, Gubernur menekankan perhatian terhadap wilayah tertinggal dan sangat tertinggal di Kalimantan Timur, yakni Diraya, Tanjung Soke, Gerunggung, dan Lemper yang hingga kini belum memiliki akses jalan memadai.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan akan dimulai dari Bongan hingga UPTD Kilometer 88 dan dilanjutkan menuju Sotek yang terhubung ke kawasan Ibu Kota Nusantara apabila dukungan anggaran bersama DPRD telah siap. “Kita akan segera bangun jalan aksesnya sampai dengan di UPTD di kilometre 88, nanti kalau anggaran kita ready bersama dengan teman-teman DPRD, kita akan membangun dari Bongannya ke Sotek, menuju ke IKN,” jelasnya.

Sebagai penegasan arah kebijakan, ia menyimpulkan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama pertumbuhan daerah namun tetap harus diiringi penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas tertinggi. []

Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Agnes Wiguna

Bagikan:
Berita Daerah