Siswa di Lumajang Tertembak Peluru Nyasar di Sekolah

Siswa di Lumajang Tertembak Peluru Nyasar di Sekolah

Bagikan:

LUMAJANG – Aktivitas belajar mengajar di MTsN 1 Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi situasi darurat setelah seorang siswa mengalami luka tembak akibat peluru nyasar, Rabu (04/02/2026). Insiden ini terjadi di tengah jam istirahat sekolah dan langsung memicu kepanikan di lingkungan madrasah.

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, saat siswa berinisial NS berada di koridor lantai dua asrama sekolah bersama sejumlah temannya. Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, terdengar suara letusan yang mengagetkan para siswa dan guru. Awalnya, tidak ada yang menyadari sumber suara tersebut, hingga korban tiba-tiba tersungkur dan mengalami luka di bagian paha kiri.

Korban yang diketahui merupakan warga Dusun Krajan II, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, sempat mengira suara tersebut hanyalah bunyi biasa. Namun, dalam hitungan detik, rasa nyeri hebat muncul dan darah mulai mengalir dari bagian paha kirinya.

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Edy Kuswanto, menjelaskan kronologi awal peristiwa tersebut berdasarkan keterangan korban dan saksi di lokasi kejadian.

“Korban mendengar suara letusan, lalu langsung merasa kesakitan di paha kiri dan mengeluarkan darah,” ujarnya.

Melihat kondisi korban, pihak sekolah segera melakukan evakuasi darurat dan membawa siswa tersebut ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis. Tindakan cepat ini dilakukan guna mencegah kondisi korban memburuk akibat pendarahan dan risiko infeksi luka.

Dari hasil pemeriksaan awal di rumah sakit, tim medis menemukan bahwa proyektil peluru masih bersarang di paha kiri korban. Kondisi ini menunjukkan bahwa luka yang dialami bukan akibat benda tajam biasa, melainkan benar-benar disebabkan oleh peluru senjata api.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan temuan tersebut dan menjelaskan kondisi korban yang saat ini masih dalam penanganan intensif tim medis.

“Korban mengalami luka tembak di paha kiri dan saat ini tengah menjalani penanganan medis. Proyektil peluru masih berada di dalam dan rencananya akan dilakukan tindakan operasi,” terang Suprapto.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena terjadi di lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa. Polres Lumajang langsung melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap asal-usul peluru tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan sumber tembakan, jarak tembak, serta jenis senjata yang digunakan.

Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan terhadap keamanan lingkungan sekolah.

“Tengah kami mendalami kasus ini untuk mengetahui dari mana asal peluru serta jenis senjata yang digunakan. Penyelidikan terus berjalan,” tandas Suprapto.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait keamanan lingkungan sekitar sekolah, terutama jika peluru tersebut berasal dari aktivitas di luar area madrasah. Aparat kepolisian memastikan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional untuk mengungkap sumber kejadian secara jelas dan transparan.

Sementara itu, pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di lingkungan madrasah guna menjamin keamanan siswa selama proses belajar mengajar tetap berlangsung. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus