BANTEN — Kehadiran Stasiun Jatake di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, menandai babak baru penguatan layanan transportasi massal di wilayah penyangga Jakarta. Mulai Rabu (28/01/2026), stasiun ini resmi melayani penumpang KRL Commuter Line Green Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, sekaligus memperluas pilihan akses perjalanan masyarakat yang selama ini bergantung pada stasiun-stasiun utama di sekitarnya.
Pengoperasian Stasiun Jatake dinilai sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan KRL ke pusat-pusat aktivitas permukiman dan ekonomi baru di kawasan Tangerang dan BSD. Dengan bertambahnya titik pemberhentian, arus penumpang di lintas Rangkasbitung diharapkan menjadi lebih merata, sekaligus mengurangi kepadatan di stasiun-stasiun yang selama ini menanggung beban penumpang cukup besar.
Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Mochamad Purnomosidi memastikan seluruh aspek operasional stasiun telah siap digunakan sejak hari pertama. Kesiapan tersebut mencakup fasilitas pelayanan, sumber daya manusia, hingga sistem operasional perjalanan kereta.
“Untuk Stasiun Jatake, insya Allah hari Rabu ini diresmikan. Dari sisi tugas KCI sudah selesai dan kami siap mengoperasikannya,” ujar Purnomo di Jakarta Pusat, Senin (26/01/2026).
Menurut Purnomo, KCI telah menuntaskan berbagai persiapan teknis dan nonteknis. Mulai dari pemasangan papan penunjuk arah, kelengkapan fasilitas pendukung penumpang, hingga administrasi operasional telah dipastikan sesuai standar. Selain itu, jadwal perjalanan KRL dan kesiapan masinis juga telah melalui proses verifikasi agar operasional berjalan lancar dan aman.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menegaskan bahwa pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi publik, khususnya di wilayah penyangga Ibu Kota. Ia menilai pertumbuhan kawasan hunian dan pusat aktivitas ekonomi di sekitar Tangerang memerlukan dukungan transportasi massal yang memadai.
Data KAI menunjukkan lonjakan signifikan jumlah pengguna pada lintas Rangkasbitung dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah penumpang tercatat sebanyak 43.317.716 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 62.085.471 penumpang pada 2023, lalu kembali naik menjadi 69.999.362 penumpang sepanjang 2024. Sementara itu, hingga periode Januari–November 2025, jumlah pengguna telah mencapai 70.496.181 penumpang.
“Pertumbuhan ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi massal yang andal terus meningkat. Stasiun Jatake dihadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih tertata, serta pemerataan distribusi penumpang,” ujar Bobby.
Dari sisi konsep pengembangan, Stasiun Jatake dirancang dengan pendekatan Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan sekitar, termasuk permukiman, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik. Dengan demikian, stasiun tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik-turun penumpang, tetapi juga sebagai simpul aktivitas masyarakat.
Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, dengan bangunan tiga lantai berluas sekitar 3.000 meter persegi. Berlokasi di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, stasiun ini dilengkapi peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter. Kapasitas layanan stasiun diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari, seiring meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan. []
Diyan Febriana Citra.

