SURABAYA – Sebuah taksi daring listrik jenis VinFast terperosok ke saluran air di pinggir Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (30/03/2026) dini hari sekitar pukul 02.22 WIB. Insiden yang diduga dipicu sopir mengantuk itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, sementara proses evakuasi kendaraan rampung lebih dari dua jam kemudian.
Peristiwa bermula ketika kendaraan bernomor polisi L 1457 UF yang dikemudikan Eko Hadi Murtopo (46) melintas di sisi kiri rel kereta api arah Margorejo. Saat melaju pada waktu dini hari, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi sehingga mobil keluar jalur dan masuk ke saluran air di tepi jalan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan laporan pertama diterima melalui Command Center 112 Surabaya. Petugas dari Unit Posko Terpadu Selatan kemudian bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan Unit Team Rescue untuk proses evakuasi.
“Proses evakuasi selesai pukul 04.25 WIB dan petugas yang diberangkatkan satu unit dan satu unit rescue,” kata M. Rokhim, sebagaimana dilansir Kompas, Senin (30/03/2026).
Saat petugas tiba di lokasi, kendaraan listrik tersebut dalam posisi terguling menyamping dengan dua roda sisi kiri tersangkut di pembatas jalan. Area sekitar lokasi kemudian diamankan untuk mencegah gangguan arus lalu lintas selama proses penanganan berlangsung.
“Kendaraan Vinfast nopol L 1457 UF dikendarai oleh Eko Hadi Murtopo (46) warga Jalan Gundih. Penyebab kejadian, sopir diduga mengantuk,” ungkapnya.
Petugas selanjutnya melakukan evakuasi dengan mengikat kendaraan menggunakan tali secara melingkar yang kemudian ditarik memakai unit rescue. Setelah proses penarikan selama sekitar dua jam, mobil berhasil diangkat dari saluran air tanpa mengalami kerusakan signifikan pada bagian bodi.
“Tidak ada korban jiwa dan luka, pengendara selamat. Posko Terpadu Selatan di lokasi kejadian di lokasi menyesuaikan melakukan pengamanan area sekitar,” ujarnya.
Usai berhasil dievakuasi, kendaraan kemudian dipindahkan menggunakan mobil derek untuk melanjutkan penanganan lebih lanjut. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pengendara untuk memastikan kondisi fisik tetap prima, terutama saat berkendara pada jam rawan kantuk di dini hari. []
Redaksi05

