YOGYAKARTA – Aparat kepolisian mengamankan seorang remaja setelah terjadi aksi tawuran yang melibatkan kelompok pelajar di kawasan Jalan Parangtritis, Brontokusuman, Yogyakarta, pada Jumat (06/03/2026). Keributan tersebut sempat terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial dan memperlihatkan sejumlah remaja saling kejar di jalan raya hingga mengganggu arus lalu lintas.
Peristiwa tersebut langsung ditangani aparat dari Polresta Yogyakarta. Dalam penanganan awal, polisi berhasil mengamankan seorang remaja berinisial MR (19) yang diketahui merupakan pelajar sebuah SMK swasta di Bantul.
Ps. Kasi Humas Polresta Yogyakarta, R. Anton Budi Susilo, menjelaskan bahwa MR merupakan warga Sewon, Kabupaten Bantul. Remaja tersebut diamankan setelah polisi melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Berhasil diamankan satu orang dengan identitas MR (19), pelajar SMK swasta Bantul, warga Sewon, Kabupaten Bantul,” kata Anton.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun pihak kepolisian, keributan tersebut bermula dari kegiatan buka puasa bersama yang diadakan oleh para pelajar tingkat SMP di wilayah Bantul. Acara tersebut berlangsung di sebuah hotel dan turut mengundang sejumlah alumni.
Anton menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama itu sebenarnya telah mendapat pengawasan dari aparat kepolisian setempat. Petugas dari Polsek Mergangsan turut melakukan pengamanan selama acara berlangsung guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Pada pukul 18.45 WIB kegiatan buka puasa bersama SMP tersebut disarankan selesai oleh Kapolsek Mergangsan beserta anggota Polsek Mergangsan yang melakukan pengamanan dan diarahkan ke selatan,” katanya.
Setelah kegiatan tersebut berakhir, para pelajar kemudian meninggalkan lokasi secara berkelompok. Namun situasi berubah ketika rombongan pelajar itu bertemu dengan kelompok lain di sekitar kawasan kafe yang tidak jauh dari lokasi.
Menurut Anton, pertemuan dua kelompok tersebut terjadi ketika rombongan pelajar SMP yang baru selesai mengikuti acara buka puasa bersama berpapasan dengan sekelompok pengendara sepeda motor yang datang dari arah selatan menuju utara.
“Rombongan pelajar SMP tersebut bertemu dengan kelompok lain yang mengendarai sepeda motor dari arah selatan ke utara,” katanya.
Pertemuan tersebut kemudian memicu keributan. Kedua kelompok remaja diduga terlibat aksi saling kejar di jalan hingga menimbulkan kepanikan bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Kericuhan itu bahkan sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Parangtritis. Beberapa pengendara terlihat memperlambat laju kendaraan karena khawatir terjebak di tengah keributan.
Mendapat laporan dari warga sekitar mengenai adanya keributan tersebut, aparat kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas kemudian berupaya membubarkan kelompok remaja yang terlibat dan mengamankan situasi agar tidak semakin meluas.
“Selanjutnya terjadi keributan dan dapat dilerai oleh Kapolsek beserta anggota,” katanya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Dalam proses tersebut, satu orang remaja berhasil diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan remaja lain dalam peristiwa tersebut. Polisi juga tengah menelusuri rekaman video yang beredar di media sosial untuk mengidentifikasi pelaku lainnya.
Selain itu, aparat kepolisian mengimbau para orang tua serta pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para pelajar, terutama ketika mengikuti kegiatan di luar sekolah. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah terjadinya aksi tawuran atau keributan yang melibatkan remaja.
Polisi juga menegaskan akan terus melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah titik yang rawan terjadi aksi serupa, khususnya selama bulan Ramadan ketika aktivitas remaja di malam hari cenderung meningkat. []
Diyan Febriana Citra.

