ACEH UTARA – Upaya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Tiga menteri turun ke lapangan untuk menemui warga terdampak banjir di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (09/01/2026). Kehadiran para menteri tersebut menjadi sinyal keseriusan pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor pangan, perikanan, dan perekonomian masyarakat.
Ketiga menteri yang hadir yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Perdagangan RI Budi Santoso. Mereka meninjau langsung kondisi wilayah terdampak sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat, khususnya petani dan nelayan yang kehilangan mata pencaharian akibat banjir yang terjadi pada November 2025 lalu.
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil dalam laporannya menyampaikan bahwa dampak banjir kali ini sangat luas. Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 10.684 hektar tambak dan 11.929 hektar sawah petani mengalami kerusakan parah. Sawah-sawah tersebut kini dipenuhi lumpur tebal sehingga tidak dapat digunakan kembali untuk kegiatan pertanian dalam waktu dekat.
Tak hanya sektor pertanian dan perikanan, bencana banjir juga merusak berbagai fasilitas pendukung ekonomi masyarakat. Kerusakan tercatat pada empat unit balai benih nelayan dan ikan, 126 rumah nelayan, 16 pasar ikan, 28 terowongan garam, serta 45 kapal motor milik nelayan. Kondisi ini membuat aktivitas produksi dan distribusi hasil laut serta pertanian lumpuh sementara.
Menurut Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, pemulihan lahan sawah dan tambak harus menjadi prioritas utama. “Butuh pemulihan sawah dan tambak segera, karena ini sumber pendapatan masyarakat kami,” kata pria akrab disapa Ayahwa ini.
Ayahwa juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya kepada Menko Pangan Zulkifli Hasan yang telah dua kali mengunjungi Aceh Utara dalam masa tanggap darurat.
“Kami butuh dukungan terus Pak. Karena ini daya rusaknya besar, maka kami terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan di Aceh Utara,” terang Ayahwa.
Menanggapi laporan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan siap melakukan revitalisasi tambak yang rusak akibat banjir.
“Menteri KKP sudah meyanggupi revitalisasi tambak yang rusak 10.000 hektar lebih itu. Segera juga diberikan 400 jukung (perahu kecil), kita sanggupi,” terang pria akrab disapa Zulhas ini.
Selain sektor perikanan, pemulihan infrastruktur perdagangan juga menjadi perhatian. Zulhas menyebutkan bahwa Menteri Perdagangan RI akan segera menangani rehabilitasi pasar-pasar yang rusak akibat terjangan banjir. “Menteri Perdagangan urusan rehab pasar juga akan segera,” katanya.
Sebagai bentuk stimulus ekonomi awal bagi masyarakat terdampak, Zulhas juga menyerahkan bantuan santunan senilai Rp 100 juta kepada petani tambak di Desa Lancok. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus memulai kembali aktivitas produksi.
Langkah terpadu lintas kementerian ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi Aceh Utara, khususnya bagi petani dan nelayan yang selama ini bergantung pada sektor sawah dan tambak. Pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen untuk terus bersinergi agar masyarakat dapat segera bangkit dari dampak bencana. []
Diyan Febriana Citra.

