Toko Bekas TKP Pembunuhan di Balikpapan Kini Dibobol Maling

Toko Bekas TKP Pembunuhan di Balikpapan Kini Dibobol Maling

Bagikan:

BALIKPAPAN – Rasa aman warga kembali terusik setelah sebuah toko kelontong di Jalan MT Haryono RT 08, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara, kembali menjadi sasaran kejahatan. Toko yang sebelumnya menjadi lokasi pembunuhan berencana terhadap penjaga toko, Valentino Prawira (18), pada akhir Januari 2026 lalu, kini dibobol maling pada Senin (16/02/2026) dini hari. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah polisi menggelar reka adegan kasus pembunuhan di lokasi yang sama.

Kejadian tersebut menambah kekhawatiran masyarakat sekitar, mengingat rentang waktu antara pengungkapan kasus pembunuhan dan aksi pencurian tergolong sangat dekat. Toko itu berada di wilayah permukiman yang cukup padat di Balikpapan Utara, salah satu kawasan yang aktivitas ekonominya cukup ramai sejak pagi hari.

Pemilik toko, Ambo, mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mengetahui peristiwa pencurian itu saat datang untuk membuka toko sekitar pukul 07.00 Wita. Kondisi toko sudah tidak seperti biasanya. Gembok pengaman dalam keadaan rusak dan pintu terbuka lebar.

“Pagi itu saya datang ke toko, saya lihat pintunya sudah terbuka,” tutur Ambo.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pencurian terjadi sekitar pukul 04.30 Wita. Dua pria masuk ke dalam toko dengan membawa alat khusus. Keduanya terlihat berusaha membobol gembok menggunakan gunting beton.

“Kalau dilihat dari CCTV, mereka pakai gunting beton untuk memutus gembok,” jelasnya.

Upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena gembok tidak terputus, melainkan rusak akibat ditarik secara paksa. Meski demikian, pelaku tetap berhasil masuk ke dalam toko dan menggasak sejumlah barang. Gunting beton yang digunakan bahkan ditinggalkan di lokasi kejadian, seolah pelaku terburu-buru meninggalkan tempat.

Dalam rekaman CCTV, kedua pelaku tampak menutup identitas mereka. Satu orang menggunakan helm, sementara lainnya mengenakan tudung jaket. Mereka juga berusaha menghilangkan jejak dengan mencabut kabel perangkat CCTV. Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil.

“Semua kabel CCTV dicabut, tapi di sisi sebelah sini sempat kelihatan wajah pelakunya,” tambah Ambo sambil menunjuk salah satu kamera.

Dari dalam toko, pelaku mengambil uang kas yang disiapkan sebagai modal usaha harian serta sejumlah rokok yang tersimpan di etalase. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai jutaan rupiah.

“Untuk kerugian kira-kira estimasinya sekitar Rp2 sampai Rp3 juta,” bebernya.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena lokasi toko sebelumnya telah menjadi tempat kejadian perkara pembunuhan yang menggemparkan warga Balikpapan. Polisi diketahui baru saja melakukan rekonstruksi kasus tersebut pada Jumat (13/02/2026). Rentetan peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait keamanan lingkungan, khususnya bagi pelaku usaha kecil.

Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus pencurian tersebut dengan memanfaatkan rekaman CCTV yang tersisa dan keterangan saksi di sekitar lokasi. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dampak kriminalitas tidak berhenti pada satu kejadian, tetapi dapat memicu rasa trauma dan ketidakamanan berkepanjangan bagi masyarakat. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus